24. Sama-sama Khilaf

1102 Kata

“Kamu ini mau nanya apa ngagetin?” tegur Bian. Ia kesal karena anak buahnya itu sangat mengejutkan. Padahal biasanya jika anak buahnya bicara pelan, Bian pun menegurnya karena tidak bersemangat. “Hehehe, Komandan udah kayak orang lagi mojok di semak-semak aja. Pake kaget segala,” ledek anak buah Bian. Ia jadi merasa serba salah karena sikap Bian. “Ck! Sembarangan. Mau aku tembak kamu, hah?” ancam Bian sambil mengambil senjata yang ada di balik jaketnya. Bian tersinggung karena ucapan anak buahnya memang benar. Meski ia tidak sedang mojok di semak-semak, tetapi Bian sedang perang batin agar bisa berbincang dengan Ira. “Hehehe, jangan dong, ndan! Maaf, Ndan. Ini kan masih pagi, jadi harus semangat. Kalau gak semangat nanti disuruh lari di lapangan 7 putaran,” jawab anak buah Bian. Ia meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN