14. Tak Sabar

1121 Kata

Bian terperanjat saat ditanya seperti itu oleh anak buahnya. Hampir saja ia terjatuh dari menara tersebut. "Astaga! Bikin kaget aja," gumamnya, kesal. “L-lagi cari angin,” jawab Bian, salah tingkah. Ia pun langsung berdiri. “Ooh, emang di bawah gak ada angin ya, Ndan? Sampe naik ke atas begitu,” tanya anak buahnya lagi, tanpa dosa. “Di bawah anginnya kurang terasa,” jawab Bian. Kemudian ia turun menggunakan tangga yang ada di menara tersebut. 'Angin palamu!' batin Bian, emosi. ‘Perasaan di sini juga anginnya kenceng. Gimana di atas, ya?’ batin anak buah Bian, heran. Ia merasa Bian sangat aneh karena angin di bawah sana cukup kencang menurutnya. Ia belum sadar apa yang sedang Bian lakukan sebenarnya. “Ada apa?” tanya Bian saat sudah tiba di bawah, ketus. “Gak ada apa-apa, Ndan. Cuma k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN