Api Dendam di Ranjang

1326 Kata

Tiba-tiba, Hudson menarik Keyli mendekat dengan kasar, memaksanya berdiri. Keyli terhuyung, kakinya lemas tak bertenaga. Aroma maskulin yang sudah lama ia coba lupakan kini menyelimutinya, menyesakkan napasnya. Itu adalah aroma yang dulu ia cintai, aroma yang dulu memberinya rasa aman, namun kini hanya membawa teror. Hudson tidak melepaskan tatapannya dari Keyli. Matanya yang biru, yang tadinya dingin, kini membara dengan intensitas yang menakutkan, dipenuhi amarah dan sesuatu yang lebih gelap. Jemarinya yang kuat mencengkeram lengan Keyli, begitu erat hingga Keyli bisa merasakan denyutan di pergelangan tangannya. "Kau pikir kau bisa lolos?" desis Hudson, suaranya kini lebih rendah dan serak, seperti geraman. "Kau salah besar. Kau adalah milikku, Keyli. Selalu begitu. Dan kau tidak aka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN