"Kau pembunuh! Kau iblis! Kau mengambil Hudson dariku!" teriak Keyli histeris, suaranya pecah di antara isakan yang menyayat. Kerongkongannya terasa terbakar, setiap kata adalah bara api yang melukai dirinya sendiri. "Bagaimana bisa kau melakukan ini?! Dia suamiku! Suamiku!" Ia mencengkeram kemeja Leonor, jari-jarinya yang gemetar mengoyak kain, mencoba menggoyahkan pria itu, namun Leonor tetap seperti patung pahatan es, tak bergeming sedikit pun. Kebencian mengalir deras dalam nadinya, mendorongnya untuk terus memukul, meski setiap pukulannya terasa hampa. Leonor tetap tidak bereaksi. Tangannya tidak terangkat untuk menangkis, wajahnya tetap dingin, matanya adalah jurang gelap yang tak terbaca, menahan setiap pukulan lemah Keyli yang mendarat di dadanya. Ia membiarkan Keyli melampiaskan

