Malam itu, hujan turun begitu deras, seolah langit tumpah ruah. Suara gemuruhnya memekakkan telinga, bersahutan dengan angin kencang yang menerpa pepohonan. Leonor dan kedua orang tuanya, Paul dan Keith, baru saja tiba di rumah megah mereka setelah seharian penuh menghadiri pameran perhiasan yang mewah. Gaun sutra dan setelan mahal yang mereka kenakan terasa berat, menempel di tubuh karena basah. Payung mewah yang mereka gunakan tak mampu melindungi sepenuhnya dari curah hujan yang brutal. Begitu pintu besar terbuka, kepala pelayan yang sigap, ditemani beberapa pelayan lain, langsung menyambut. Dengan cekatan, mereka membantu melepas mantel masing-masing atasannya yang sudah lembap. Udara hangat dari dalam rumah sedikit melegakan, namun kekhawatiran tiba-tiba menyelimuti. Keith, yang b

