Gelombang Dingin Danau

1485 Kata

Keyli berjalan gontai kembali ke kamarnya, pikiran kalut. Kata-kata Leonor bagai belati dingin yang menghunjam, menusuk-nusuk keyakinannya. "Cinta tidak punya tempat di dunia ini. Hanya kepentingan." Apakah benar begitu? Ia menatap pantulan dirinya di cermin, mencoba menemukan jawaban di matanya sendiri. Wajahnya pucat, lingkaran hitam di bawah matanya adalah saksi bisu malam-malam gelisah yang telah mengikis keceriaan yang dulu selalu terpancar. Ia memejamkan mata, mencoba membayangkan Scarlet, bayinya yang baru berusia enam bulan. Wajah mungilnya, genggaman jari-jarinya yang kecil, senyum tanpa dosa yang selalu bisa menenangkan hatinya. Demi Scarlet, ia rela melakukan apa saja. Tapi apakah "apa saja" itu termasuk mengorbankan hatinya sendiri, hidup dalam kompromi tanpa cinta, seperti y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN