Keesokan harinya, meja makan kembali menjadi saksi drama tak terduga. Paul duduk di kepala meja, mengamati Leonor yang sedang menyesap tehnya. Keith sibuk dengan tabletnya, sesekali melirik ke arah Paul. Keyli sudah terbiasa dengan ketegangan yang menggantung di udara setiap pagi, tetapi pagi ini, ada sesuatu yang berbeda. Sebuah aura aneh, campuran dari ketegangan dan sesuatu yang samar-samar terasa seperti penyesalan atau, setidaknya, perhitungan ulang. "Leonor," Paul memulai, suaranya lebih lembut dari biasanya, yang sontak membuat Keyli terkejut. Itu bukan nada kemarahan atau kekecewaan yang sering ia dengar. Ada nada... kehati-hatian? "Mengenai masalah kemarin, pertunanganmu dengan Viora..." Keyli menahan napas. Ia melirik Leonor, yang mengangkat sebelah alisnya tanpa mengalihkan

