Cengkeraman Leonor tak memberinya celah, menahan Keyli yang meronta pelan. Pria itu menyeringai tipis, seolah membaca setiap gejolak dalam diri Keyli. "Terkejut?" bisiknya, suaranya merendah, menusuk telinga Keyli. "Kau pikir aku tidak tahu kau di sini?" Dada Keyli naik turun, napasnya memburu, memekakkan telinga dalam keheningan. Bagaimana bisa? Sejak kapan Leonor tahu? Otaknya kalang kabut, mencoba melacak setiap gerakannya, setiap detail yang mungkin ia lewatkan. Namun nihil, ia merasa telah bersembunyi dengan sempurna. Tatapan Leonor semakin intens, seolah menembus setiap lapis pertahanannya, menguliti setiap rahasia yang ia simpan. "Jangan berpikir bisa lari dariku, Keyli," ujar Leonor, suaranya kini lebih serius, tanpa jejak ejekan. "Kau sudah terlanjur masuk terlalu dalam." Ha
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


