Sampailah gadis itu di apartemen, Ayriszya segera masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. “Azer!” panggilnya. Dia melihat suaminya sedang duduk di atas tepi ranjang dengan kepala yang di tekuk kebawah. “Azer! Lo udah makan?” Tidak ada jawaban dari pria itu, Ayriszya semakin mendekatkan langkahnya. Ada rasa ragu untuk menghampiri Granat Azeriyo, ia takut jika laki-laki itu akan macam-macam kepadanya. Kemudian Ayriszya berjongkok di bawah ranjang dan mendongak keatas untuk menatap wajah suaminya. “Azer! Lo kenapa nangis?” Gadis itu kembali berdiri saat mengetahui pria itu sedang meneteskan air mata. Ayriszya mengangkat dagu Granat, ia melihat pipi pria itu sudah basah. “Lo kenapa? Kok nangis?” Belum ada jawaban dari pria itu, tatapannya begitu kosong ke depan ta

