Kecupan

880 Kata

Sore hari pun tiba, Ayriszya bangun dari tidurnya. Dia sampai tidak sadar, jika ia tertidur di tepi ranjang tepat di dekat kaki suaminya. Ayriszya membuka sepatu Granat dan meletakkannya di rak sepatu. Kemudian gadis itu mendekati suaminya yang sedang tertidur. “Lucu,” lirih Ayriszya, ia menangkup wajah Granat dan sedikit meremasnya. “Gemes banget sih dosen ku ini.” “Makanya jangan nakal, gue kerjain ‘kan lo.” Ayriszya masih betah mengusap-usap wajah pria itu. Beberapa detik kemudian, Granat terbangun, dia melihat Ayriszya sedang memandangnya. Laki-laki itu memandang ke sembarang arah. “Apa sih, Ay! Saya capek jangan ganggu tidur saya.” Granat menepis tangan gadis itu agar menjauh dari wajahnya. “Lo nggak mau gue pegang?” “Bukan tidak mau. Tapi saya capek, pengen tidur.” M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN