Beberapa jam sudah berlalu, sekilas Ayriszya menatap layar ponselnya yang menunjukkan pukul satu dini hari. Tiba-tiba saja gadis itu tersentak kaget langsung berbalik badan ketika merasakan ada tangan yang merangkul pinggangnya, ia refleks menampar orang itu dengan buku tebal yang ia genggam. “Arghhh!” rintih Granat mendapatkan pukulan dari Ayriszya. “Azer! Maaf gue nggak sengaja.” “Perih, sayang,” lirihnya. “Salah lo sendiri. Gue ‘kan jadi kaget.” Ayriszya menangkup wajah pria itu. Dia mengelus-elus pipi Granat. “Gue minta maaf. Gue beneran nggak sengaja.” “Kamu kenapa belum tidur?” tanya Granat sambil mengusap-usap wajahnya. “Tugas gue masih banyak nih. Jadinya gue bergadang.” “Sayang ... Tadi saya mimpi kalau kamu mencium bibir saya!” Deg! Seketika saja Ayrizsya merasak

