Kini Ayriszya sudah sampai di kampusnya, ia langsung di hadang oleh kedua sahabatnya, yaitu Kayra dan Chika. Mereka membawa gadis itu ke kantin untuk mengorek-ngorek cerita Ayriszya bersama dosen mereka. “Jangan tarik gue bisa nggak sih.” Mereka pun sampai di kantin, ketiganya langsung duduk di kursi. Ayriszya sampai kesal, karena pergelangan tangannya merasa perih akibat ditarik oleh Kayra dan Chika. “Kalian mau apa sih. Tangan gue sakit.” “Tangan lo sakit. Perasaan kita narik lo nggak kenceng, Zya.” Ujar Karya. “Gue tau, tangan dia sakit karena semalam habis di hajar sama Pak Granat.” sambung Chika. Ayriszya menatap sinis kedua temannya. Hal seperti itu tidaklah cocok untuk dibicarakan di depan publik karena itu sifatnya pribadi. “Gimana, Zya? Pak Granat perkasa nggak?” tan

