Menjelang pagi hari, Ayriszya terlebih dahulu bangun di bandingkan dengan suaminya. Sebelum dia beranjak dari sofa, dia termenung lebih dulu, gadis itu masih merasa lelah karena semalam dia mengeluarkan banyak tenaga demi mengalahkan suaminya. Ayriszya mengambil ponselnya dan melihat jam yang masih menunjukkan pukul lima pagi. Cuaca begitu dingin karena hujan walaupun tidak terlalu lebat, di tambah lagi suhu AC yang cukup tinggi. Dia menatap Granat yang sedang tertidur di atas ranjang, Ayriszya merasa masih bermimpi saat ini dia sudah menjadi seorang istri dari dosennya sendiri. “Mungkin kamu memang adalah jodoh ku.” Gadis itu beranjak dari tempat duduknya menghampiri Granat yang masih tertidur pulas. Ada rasa kasian terhadap laki-laki itu saat Ayriszya memandang kaki suaminya. K

