Jam menunjukkan pukul sembilan pagi menjelang siang. Ketiga gadis itu beranjak dari kursi masing-masing. Mereka segera keluar dari dalam perpustakaan karena mereka bertiga akan segera masuk. “Masuk, yuk. Ini udah jam nya pacar, Zya.” ucap Kayra. Ayriszya memutar bola mata malas, dia sama sekali tidak terlalu bangga dengan gelar tersebut. Sesampainya di ruangan, mereka bertiga kaget karena dosen muda itu sudah ada di dalam ruangan. Ketiga wanita itu saling memandang satu sama lain, kemudian mereka kembali menoleh kearah Granat. Sebelum ketiga gadis itu masuk ke dalam ruangan, Granat lebih dulu menghampiri mahasiswinya ke depan pintu. “Kalian dari mana saja?” tanyanya. “Eummm ... Dari perpustakaan, Pak!” jawab Chika. “Kenapa baru masuk sekarang?” Mereka menundukkan kepalanya,

