Ayriszya Salsabila pulang dari rumah Granat, dia sangat kesal dengan pria itu. Sesampainya di rumah, ia segera berbaring di sofa gadis itu masih belum terima atas perlakuan Granat kepadanya. Malam hari pun tiba-tiba sebelum gadis itu membaringkan tubuhnya di atas kasur. Terlebih dahulu dia menyiapkan buku yang akan ia bawa besok ke kampus. Ayriszya masih berpikir keras apakah keputusannya menerima dosen tersebut menjadi suaminya sudah benar atau tidak. Ada rasa ingin menolak tapi setelah mengingat kejadian sewaktu Granat menangis didepannya, Ayriszya merasa bahwa laki-laki itu sangat mencintainya. “Masak iya sih dia suka sama gue.” ucapnya. “Kalau gue sih nggak percaya sama cinta pada pandangan pertama.” lanjutnya. “Atau jangan-jangan dia bohong sama gue lagi.” Beberapa menit kemud

