Selama di perjalanan, Ayriszya dan Granat sama sekali tidak berbicara. Jam menunjukkan pukul tujuh malam, akhirnya mereka sampai di rumah Dian. Granat lebih dulu keluar dari dalam mobil. Sedangkan Ayriszya langsung menyusulnya. “Mami!” Sapa pria itu menyalami ibunya begitu juga dengan Ayriszya. “Granat, Zya. Mami senang kalian datang.” Keduanya tersenyum menatap wanita itu. Ayriszya langsung duduk di samping Dian sedangkan Granat masih berdiri. “Hansel, dimana Mami?” “Ada di kamarnya.” Granat berlalu pergi, sedangkan gadis yang sudah menjadi istrinya itu menjadi heran dengan perubahan sikap Granat. “Kenapa?” tanya Dian meletakkan telapak tangannya di pangkuan gadis itu. “Ha! Maksud Mami?” “Kalian bertengkar? “Mami ngomong apa sih. Zya, enggak ngerti.” “Jangan bohong, ra

