Setelah urusan Ayriszya selesai semuanya, ia langsung menghampiri Granat yang sedang duduk di sofa. Dia pun meraih sepatu yang ada pada genggaman pria itu. Ayriszya berjongkok di depan Granat, tanpa aba-aba dia memakaikan sepatu itu kepada suaminya. Perlakuan gadis itu tersebut membuat Granat senyum-senyum sendiri. “Ngapain senyum-senyum?” tanya Ayriszya setelah mendongak keatas menatap pria itu. “Saya merasa punya istri, di perhatikan seperti ini.” Tuk! Ayriszya mengetuk pelan lutut pria itu. “Merasa punya istri! Gue ‘kan emang istri lo.” ketus Ayriszya. “Bukan.” ujar Granat. Ayriszya langsung menatap tajam Granat. Seenak pria itu mengatakan jika ia bukanlah istri dari dosennya tersebut. “Maksud lo apa? Pagi-pagi gini lo mau ribut?” Ayriszya langsung berdiri, tangannya ia l

