Kini Ayriszya dan Granat langsung menuju ke ruangan kuliah. Sepanjang perjalanan di koridor para mahasiswa dan mahasiswi memperhatikan keduanya. Ayriszya sampai merasa canggung harus berjalan bersampingan dengan dosennya itu. Walaupun status mereka sudah menjadi suami istri. “Kamu kenapa sih? Kok nunduk?” tanya Granat. “Gue malu, Azer. Di lihatin banyak orang.” “Ngapain malu, kamu ‘kan istri, saya.” “Lo, mana tau jadi gue.” “Mau saya peluk biar kamu tidak malu lagi?” “Gue, bisa tambah malu nanti.” “Sayang.” “Jangan, iiih.” Ayriszya kesal karena Granat hendak memeluknya. Mereka terus berjalan berdampingan, Granat tersenyum menatap istrinya sambil terus melangkahkan kaki menuju ruangan. Namun pandangan Ayriszya mengarah bawah. “Cari apa, Ay?” “Cari apa? Orang lagi jala

