Bab 18 Serpihan Kenangan

1339 Kata

Dua tumpukan baju sudah disisihkan oleh Dinar untuk dimasukkan ke dalam koper. Ia harus memilah dan memilih baju yang sekiranya perlu dan sopan dikenakan di rumah mertuanya. Sambil memilah baju, Dinar juga menata hatinya. Ia harus benar-benar siap meninggalkan rumah yang sejak kecil menjadi tempatnya tumbuh. Terlebih harus meninggalkan sang ibu yang kini sudah tinggal sendiri. "Mengapa hanya bawa baju segitu saja?" tanya Bu Widyawati saat ia melintasi kamar Dinar dan tak sengaja melihat aktivitas putrinya. Ia masuk dan berdiri di depan meja rias. Wanita paruh baya itu menyandarkan bobot tubuhnya di atas bibir meja rias yang terbuat dari kayu jati itu. "Minggu depan juga kan Dinar balik lagi, Bu." Dinar mengelak. Ia memasukkan kembali baju yang tak jadi dibawa ke dalam lemari. "Walaup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN