Suasana pesta pernikahan terasa meriah dengan iringan wedding band dan satu penyanyi yang sudah berdiri tegak di atas panggung kecil di sudut ruangan bagian depan. Riuh para tamu yang saling menyapa dan berfoto dengan pengantin membuat Dinar merasa memiliki kesempatan kembali untuk menata hati yang kacau balau. Arya menggandeng tangan Dinar erat. Matanya menyapu sekeliling. Tak ada satupun orang yang ia kenali tetapi ia harus tetap percaya diri untuk mendampingi Dinar. Pandangan mata Dinar lurus menatap dua insan yang berada di atas singgasana dengan pakaian indah yang membalut tubuh keduanya. Beberapa pasang mata yang mengenal keduanya menatap Dinar dengan iba. Tak sedikit yang mendekati Dinar dan memberinya pelukan hangat. "Sabar ya, belum jodoh," bisik Naya, teman dekat Dinar yang

