"Sabar nai jangan nangis lagi kasihan dia nanti sedih melihat kamu" "Tapi kak kenapa orang yang aku sayangi meninggalkan ku" Naila menangis di d**a bidang milik Raihan "Allah lebih sayang dengan hambanya mangkanya dia memanggilnya" Raihan mengeluskan kepala Naila sekali-kali mencium keningnya untuk menenangkannya kembali Sudah lama Hanifah meninggalkan dirinya Naila menemukan sebuah surat di kamar Hanifah niatnya tadi ia ingin melihat Raidit yang tidur dia kasurnya Assalamu'alaikum dek, Maafkan kakak gak cerita tentang penyakit kakak karena kakak gak mau kamu khawatirin kakak oh iya kakak ingin meminta sesuatu sama kamu apa kamu mau menurutinya "Pasti aku akan menurutinya kak" gumam Naila yang terduduk di kasur sembari membacanya Kakak ingin kamu menikah lagi dengan Raiha

