Tolong Affa!

1833 Kata

    "Semuanya bungkam. Tidak ada pergerakan lagi. Sial. Ini semua membuatku frustrasi. Kapan aku boleh kembali?" Anggi terlihat tengah berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon. Ia tengah duduk di tribun penonton di sekeliling lapangan basket outdoor.     "Oh, jadi dia akan kembali? Dan aku harus mengarahkannya pada rencana terakhir? Oke, baiklah. Aku akan bersabar." Sambungan telepon terputus, dan Anggi menyelonjorkan kakinya di tribun. Terlihat santai dan tak peduli dengan teman-temannya yang bermain bola basket dengan riangnya. Ia mendongak dan memejamkan matanya. Menikmati sinar matahari yang membelai wajahnya. Ah betapa hatinya senang, sebentar lagi tugasnya akan segera selesai. Dan ia bisa kembali pada tugas utamanya. Sepertinya kini Anggi bisa bersantai terlebih dahulu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN