Affa seakan melayang di tengah ruangan hitam tanpa ujung. Tapi dengan jelas, ia bisa mendengar suara-suara aneh semacam bunyi 'bip' yang berulang kali. Di susul suara derit pintu dan langkah kaki beruntun.Masih dengan posisi Affa yang melayang di tengah ruang hampa itu, Affa kini mendengar suara bisik-bisik. Entah mengapa, Affa merasa nyaman dengan kesendiriannya ini. Seakan-akan semua beban yang menjerat dirinya telah lepas, dan membuat dirinya bisa bernapas dengan lega. "Ini kecelakaan yang sudah menjadi takdir Affa!!" Seketika Affa membuka matanya. Kilasan di mana dirinya di hantam mobil yang melaju kencang, dan terpental jauh, kini memenuhi memori Affa. Namun ada beberapa bagian, yang terlihat buram dan terdengar samar-samar. Yang ia ingat dengan jelas adalah, betapa saki

