Ghuan

1984 Kata

    Hans melihat Guntur yang begitu gelisah, karena telepon ya tak diangkat-angkat oleh adik tercintanya. Hans mendekat dan meletakkan cangkir kopi di atas meja Guntur. Membuat Guntur menoleh dan tersenyum tipis. Hans ikut serta duduk di samping Guntur. Keduanya tengah berada di restoran yang berada di lantai 12 hotel yang mereka tempati. Ya, mereka masih berada di luar kota, dalam rangka mengurus keperluan pembukaan pabrik milik Hans.     "Tenang saja Guntur, saudaraku dapat dipercaya."     Guntur mendesah. "Tapi tetap saja, aku merasa khawatir. Dulu Affa juga aku tinggal ke luar negeri dan ia menjadi seperti sekarang. Masa depannya terancam hancur."         Hans terkekeh ia menyesap kopinya sebelum menganggapi. "Kau tidak bisa menarik kesimpulan, jika hidup Affa terancam hancur, Guntu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN