Mau Sapi Guling

1583 Kata

    Senu membersihkan dapur. Ia baru saja menyelesaikan tugasnya membuat sarapan untuk Affa. Sejak kemarin, Affa tak banyak berbicara dan berubah menjadi sangat murung. Tapi Senu tak berkomentar, ia hanya menjalankan tugasnya. Selebihnya diam, dan diam. Kini Senu naik menuju kamar Affa, keningnya berkerut saat mendengar suara tangis yang samar-samar. Rasa khawatir menyusup dalam hatinya. Dengan gerakan cepat, Senu masuk ke dalam kamar dan ia melihat Affa yang menggulung diri di atas ranjang, sembari terisak kuat.     Senu berlutut di samping ranjang dan mengelus pipi Affa. "Masih sedih? Apa perlu aku mematahkan tangan orang yang membuatmu menangis seperti ini?" Senu tak mau melihat Affa seperti ini lagi. Apalagi Senu bisa melihat mata Affa yang membengkak.     Affa menangis semakin keras

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN