Bik Narmi masih tergolek lemas. Asma yang kambuh hingga pingsan membuatnya tidak bisa melakukan apa pun saat ini. Hanya terbaring lemah seorang diri di kamar perawatan ini. Ternyata seberat ini hidup dalam penjara. Jika Bik Narmi menyadarinya sejak awal, mungkin tidak akan berbuat bodoh. Perbuatannya sangat merugikan keluarga Sandi dan juga untuk dirinya sendiri. Bik Narmi harus merasakan dinginnya lantai penjara. Sementara, memiliki riwayat penyakit asma yang bisa kambuh kapan saja ketika udara dingin. Bik Narmi tidak menyangka jika hasil kesepakatannya dengan Elin akan mengantarkannya pada penjara ini. Beliau hanya mengira semua akan baik-baik saja dan tidak akan sampai jatuh korban. Korban yang justru tidak bersalah menjadi sasaran. Penyesalan mulai menghantui pikiran beliau. Perla

