BAB 22

1285 Kata

        Tidak ada hal yang begitu menyenangkan selain melihat kebahagiaan orang-orang yang disayangi. Begitu pun Ramon. Dia tidak mempermasalahkan pilihan Lanna untuk tetap bersama David dan tidak menyalahkan perasaan cintanya. Cinta itu sebuah ketulusan untuk tetap memberikan yang terbaik meski tak bersama. Ramon selalu berdoa agar Lanna mendapatkan kebahagiaan yang sempurna begitu pun untuk David. Dia hanya perlu berkonsentrasi pada bisnis kakek di Singapura. Lanna hari ini datang ke rumah kakek dan menemui Ramon yang kebetulan sedang berada di dalam kamarnya. “Lanna,” Ramon yang berbaring di atas kamar tidurnya sejurus kemudian bangkit dan berdiri. “Ini, Kak, aku kembaliin kalungnya.” Lanna menyerahkan sebuah kotak kecil warna merah yang berisi kalung pemberian Ramon. “Lann, itu bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN