Sudah hampir tiga hari Bumi tidak kembali ke markas besar dan menyerahkan semua urusan Eka pada Salim pasalnya banyak sekali tender yang masuk kedalam Wrap.Co serta masalahnya dengan Sang Mama yang melibatkan masa depan hidupnya. Baiklah, disini dia yang memang paling bersalah. Bermain api dengan mudahnya dan sekarang dia sendiri akan terbakar habis setelah itu. Bumi melepaskan kaca mata yang membingkai mata tajamnya dan meremat keras surai lebatnya itu frustasi, berpikir dengan keras cara menyelesaikan masalah dengan mudah tanpa menyakiti hati siapapun. Pintu ruangan itu diketuk dan Bayu datang dengan membawa ponsel miliknya, “ Mohon maaf Tuan ada telepon dari Nyonya Annisa.” Ponsel yang masih menyala itu terpaksa Bumi ambil, belum juga berucap suara omelan itu langsung te

