Meskipun kulit kepalanya terasa perih akibat jambakan bertubi- tubi yang Winona lakukan padanya tadi nyatanya tidak membuat senyum dibibir Bumi luntur. Dengan penuh semangat pria satu itu memacu Audy miliknya ke toko perhiasan terdekat setelah mengantarkan sang Mama pulang. “ Bawa wanita pilihanmu itu secepatnya untuk bertemu dengan mama!” perintah Annisa saat melepas kepergian sang putra. “ Segera!” Dan kini, Audy itu telah berhenti di salah satu pusat Jewelry terkemuka. Salah satu pramuniaga menyambut pria satu itu, melayani dengan sabar dan penuh senyum. Cukup lama manic tajam itu mengamati setiap deretan benda cantik berkilau dibalik etalase besar itu, menimang- nimang seperti apa cincin yang cocok di gunakan Wanita Aditama satu itu. “ Bisa lihat yang sa

