Untuk pertama kalinya Bayu terlambat datang ke Wrap.Co, dengan nafas terengah pemuda satu itu segera menyalakan komputernya sebelum mengetuk pintu ruangan Bumi. Sahutan keras dari dalam ruangan membuat jantung pemuda satu itu berdetak lebih cepat dari biasanya. “ Baiklah Bayu, hadapi semuanya dengan gentle!” pria itu mendesah panjang dan membuka pintu ruangan itu. “ Kamu terlambat?” “ Iya, maafkan kesalahan saya Tuan, saya tidak akan mengulanginya lagi.” Bayu menarik nafas panjang, mengepalkan tangannya erat, mengumpulan tekadnya“ Tuan ada yang ingin saya bicarakan.” “ Apakah ada masalah dengan pekerjaanmu?” “ Tidak ada masalah apapun dengan pekerjaan saya.” Pria itu terlihat gugup dan Bumi bisa melihat itu dengan jelas. “ Lalu?” “ Ini ada kaitannya d

