“ Mas, aku haus. Apakah kamu juga mau dibuatkan minuman?” Winona mulai berencana. “ Satu cangkir kopi saja.” “ Ok!” dengan cepat gadis itu mengangkat ujung gaunnya, berjalan menuju dapur, menyalakan kompor dan mengambil kopi serta coklat instant yang ada disana. Setelah semuanya siap, gadis itu mengambil bungkusan itu dari balik tas kecilnya lalu membubuhkan bubuk itu disana. “ Kali ini kamu tidak akan pernah lepas lagi, Sayang!” seringainya. Segera Winona membawa dua cangkir itu keruang tengah meskipun sangat kerepotan akibat gaun yang dia pakai. “ Siapkan saja semuanya, Bayu!” Bumi berbicara dengan orang diseberang telepon dengan membolak- balik beberapa lembar kertas diatas karpet itu. “ Ini kopimu, mas!” dengan tersenyum lebar, Win

