Karena part ini cukup panjang, saya membaginya jadi 2 “ Aku bilang keluar Tantowi!” Dia menyeret tubuh besar itu dan menatapnya penuh benci. “ Aku ibunya, akan melakukan apapun, demi putraku!” ancamnya keras sebelum membanting pintu! Tantowi terpekur mencengkram erat jemarinya hingga memutih, menahan rasa lelah dan amarah yang amarah yang menumpuk menjadi satu. “ Tuhan, maafkanlah aku!” ucapnya lelah, sudah cukup sampai disini saja dia menahan semua tekanan bathin atas nama cinta karena nyatanya dua orang yang harusnya dia cintai tidak sejalan dengannya lagi. “ Dean, lakukan apa yang kupinta kemarin dan pastikan besok pagi berjalan sesuai dengan rencana.” “ Mohon maaf, Pak! Tapi apakah anda akan benar- benar melakukan ini? Ingat resiko dan konsekuensinya, Pa

