Matahari sudah sedikit tinggi saat Eka menyingkirkan lengan kokoh yang membelit tubuhnya itu, dengan perlahan dia bangkit dari atas ranjang dan membenarkan selimut pada tubuh Bumi sebelum berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Aroma gurih dan harum menyapa indera penciumannya saat wanita satu itu mulai membuka pintu, dengan mengikuti aroma itu Eka berjalan menuruni anak tangga, menuju dapur dan mendapati dua orang wanita berbeda generasi sedang berkutat disana. Keduanya tampak serius mengolah makanan yang nampaknya sangat enak itu. “ Selamat pagi!” sapanya keras dengan seulas senyum dibibir. “ Aduh.” “ H!” Kedua wanita itu terdiam, menatap wajah Eka terkejut. Pasalya baru kali ini ada wanita lain selain mereka berdua. “ Perkenalkan Saya Eka Calista, penghun

