Chapter 4

1316 Kata
Leona sedang bersantai di kamarnya sambil memainkan ponsel nya , namun tiba-tiba seseorang masuk kedalam kamar nya membuatnya langsung tersentak kaget. "Mamah?!" Gadis itu langsung berlari menghampiri sang ibu dan memeluknya "mamah , i miss you so much!" Jujur Leona sangat terkejut melihat sang ibu yang tiba-tiba sudah berada dirumah. Selama ini ibu leona terkenal sangat sibuk dengan pekerjaannya di paris , dia hanya akan pulang ke jakarta setidaknya 6 bulan sekali. "I miss you too baby," balas sang ibu sambil mengusap lembut surai hitam sang anak. "Mamah kapan datang ? Kenapa tidak bilang dulu ? Kan aku bisa jemput di bandara ? Mamah pulang sama papah kan ?" tanya leona setelah melepas pelukan sang ibu. "Nanya satu-satu dong. Mamah pulang sendiri , papah masih ada pekerjaan di singapore. Mamah kesini karena mamah di undang untuk menjadi juri di acara lomba fashion yang kamu ikuti," "Apa ?! Jadi mamah jadi salah satu juri di lomba itu ?" "Iya, maka dari itu kamu jangan sampai mempermalukan mamah. Kamu harus menang," Seketika senyum leona luntur , inilah yang tidak dia sukai dari mamahnya. Mamahnya selalu menuntutnya untuk menjadi apa yang dia mau. Mamahnya tidak menyukai yang namanya kegagalan atau hanya sekedar menjadi nomor 2 , dari situ lah asal muasal kenapa leona sangat terobsesi untuk menjadi nomor satu. Sejujurnya gadis itu lelah terus begini , dia lelah menjadi boneka mamah nya yang harus menuruti semua kemauan mamahnya. namun di satu sisi dia juga tidak mau membuat mamah nya kecewa. ,,,,, Beberapa hari kemudian acara final fashion pun dilaksanakan , leona sedang berada di salah satu ruang rias untuk bersiap-siap. teman-teman dan mamahnya pun juga berada disana. "Ingat pesan mamah, kamu harus bisa menang . Jangan membuat mamah malu. Kamu ngerti kan ?" ucap mamah Leona sebelum meninggalkan Leona untuk pergi keruang riasnya sendiri. "Bagaimana ini ? Gue takut ngecewain mamah," lirih Leona setelah mamahnya sudah benar-benar keluar dari ruang riasnya. "lo gaboleh pesimis gitu na, lo udah cantik banget kok. kita yakin lo pasti menang," ucap Jeje. "Kita pasti dukung lo kok na," lanjut jihan. "Thanks ya guys , yasudah gue mau ke toilet bentar ya gue kebelet hehe," balas Leona. "Jangan lama-lama . 10menit lagi acara di mulai," teriak sina. "Lihat saja leona , lo gakan bisa ngalahin gue. Gue bakal bikin lo malu" gumam seseorang yang sedari menguping. Setelah selesai dengan kegiatannya di toilet , leona segera kembali ke ruang rias untuk mengganti sepatu , namun dia sempat melihat samudra yang baru saja lewat disana. "Samudra ? Ngapain dia disini?" batin leona. "Na ayo cepat ganti sepatu lo," Saat leona memakai sepatunya , dia merasa ada yang aneh dengan sepatu nya itu. "Han , ini sepatu yang kmarin kan ? Kok agak aneh ya ? Kok kaki gue sedikit perih," tanya Leona merasa sedikit perih dibagian telapak kakinya. "Iya itu sepatu yang kemarin. Mungkin kaki lo membesar kali makanya sepatunya jadi sempit," balas jihan sambil tertawa berniat membuat suasana sedikit lebih berwarna. "Lo kira kaki gue apaan bisa membesar dalam semalam," "Hehe becanda, sudah ayo buruan ke stage," "It's show time leona" batin seseorang. ,,,,, Leona dan peserta lain sudah berbaris di atas stage. Gadis itu terkejut melihat bella yang ternyata juga mengikuti lomba fashion yang sama dengannya. Bella menatap tajam kearah Leona namun Leona lebih memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Sebelum para kontestan melakukan catwalk satu persatu , sang pembawa acara sedikit memberikan sambutannya sebelum acara benar benar di mulai. Teman teman leona yang berada di kursi penonton sedikit kebingungan melihat leona yang tampak gelisah. "Apa leona baik baik saja ?" tanya sina pada teman-temannya. "Entahlah , wajahnya seperti sedang menahan sesuatu," balas jihan. Tidak jauh berbeda dengan temam-teman leona , samudra yang hadir pun juga tampak khawatir melihat leona. "Kenapa kakiku terasa semakin sakit? oh ayolah leona lo gaboleh ngeluh , lo gaboleh ngecewain mamah lo," batin leona menahan rasa sakit di telapak kakinya. Setelah sang pembawa acara selesai memberikan sambutannya , kini tibalah giliran peserta melakukan catwalk. Leona mendapat giliran nomor 3 setelah bella. Bella berjalan dengan anggun sambil mengumbar senyumnya diatas stage. "Ayo na lo pasti bisa," batin Leona. Sambil menahan rasa sakitnya , Leona berusaha berjalan setenang mungkin. Awalnya semuanya berjalan lancar , namun ketika hendak berbalik tiba-tiba kaki nya merasakan sakit yang luar biasa sehingga membuat gadis itu terjatuh. Semua penonton yang melihatnya terjatuh pun tertawa , sedangkan leona hanya bisa menunduk menahan malu dan sakit. "Kamu gapapa?" tanya sang pembawa acara. "Kakiku sakit," ucap leona yang langsung dibawa ke Backstage oleh beberapa staf. ,,,,, "Mamah kecewa sama kamu na !! Bagaimana bisa kamu jatuh ? Bukankah kamu sudah terbiasa jalan di atas stage ? Benar benar memalukan !!" bentak mamah leona sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pergi. "Na, lo gapapa ?" "Kenapa bisa jatuh na?" tanya Jeje khawatir namun Leona hanya diam menangis. "Kayaknya ada yang ga beres deh dengan sepatunya," ucap sina. "Coba lo lepas dulu sepatu lo na," Leona pun melepas sepatu yang dia kenakan tadi. Dia dan teman-temannya langsung kaget melihat banyak darah yang mengalir di kaki Leona. "Astaga kaki lo na! Kenapa bisa sampai seperti ini?" kaget yuna. Jeje mengambil sepatu leona untuk dia periksa dan dia menemukan jarum didalam sepatu yang leona pakai tadi. "Kenapa bisa ada jarum?" "Jangan jangan ada yang menyabotase lo lagi na," sahut mina. Seketika leona teringat sesuatu. Tadi dia melihat samudra berjalan tergesa gesa di dekat ruang ganti nya, apa itu semua ulah samudra ? Tanpa babibu leona langsung berlari tanpa alas kaki sambil menenteng sepatu nya, dia sama sekali tidak peduli jika kakinya sangat sakit. "Na , mau kmn?" "Ayo kita ikuti," ,,,,,, Plak!. Satu tamparan berhasil mendarat sempurna di pipi mulus seorang samudra. Setelah beberapa saat mencari keberadaan samudra , akhirnya leona menemukan pria itu di parkiran gedung. Tanpa memikirkan hal lain , Leona langsung menghampiri pria itu dan mendaratkan tamparannya. "Lo gila ya ?!" teriak samudra terkejut saat Leona tiba tiba datang dan langsung menamparnya begitu saja. "Udah puas lo bikin malu gue ha ?!!" "Lo ngomong apa sih na ? Datang datang main nampar aja," Leona melempar sepatu yang dia tenteng tadi ke samudra "lo kan yang naroh jarum itu di sepatu gue ?" "Lo ngomong apasih na ? Jarum apa gue gatau," "Gausah belaga b**o sam !! Gue tadi lihat lo jalan di dekat ruang ganti gue. Lo pasti yang masukin jarum itu di sepatu gue supaya kaki gue luka terus jatuh saat catwalk!!" Samudra menatap kaki leona yang sudah mengeluarkan banyak darah "na kaki lo kenapa?" tanya nya khawatir. "Ckk masih mau berpura pura gatau ? Lo udah puas kan bikin gue kayak gini ? Gue ga nyangka lo sejahat ini sam , gue benci sama lo !!!" teriak leona sambil menangis kemudian berlari meninggalkan nya. Melihat luka di kaki leona , samudra pun berlari menyusul gadis itu. "Lo mau kemana ? Kaki lo luka bodoh!!" bentak nya setelah berhasil menahan tangan Leona. Leona menghempaskan tangan samudra kasar "apa peduli lo? Bukannya lo senang sudah berhasil mempermalukan gue ?!" ,,,,, "Mas , ini siapa?" tanya pembantu samudra kaget melihat majikannya pulang basah kuyup sambil menggendong seorang perempuan. "Nanti aku ceritain bi , tolong ambilin baju tidur mamah ya bawa ke kamarku," ucap nya lalu membawa leona ke kamar nya. "Ini mas bajunya," "Bi tolong gantikan baju nya ya dia kehujanan tadi. Aku tunggu di luar," Saat pembantu samudra mulai mengganti baju leona tiba-tiba dia teringat sesuatu "bukankah dia gadis yang dulu jadi pacar mas samudra?" batin nya. Setelah selesai digantikan baju , kini samudra mulai mengobati luka di kaki leona dengan hati hati agar gadis itu tidak terbangun. "lo masih sama seperti dulu na , cantik ketika tidur. Bagaimana bisa lo terlihat anggun saat tidur sedangkan saat bangun lo berubah menjadi nenek lampir yang galak," ucap samudra smbil tersenyum. Flashback on "Sam! kok kamu bisa disini?" Samudra tersenyum melihat kekasihnya itu yang baru saja bangun tidur "hehe aku ingin mengajakmu jalan jalan," "Kenapa tidak membangunkanku?" tanya Leona. "Aku tidak tega bangunin kamu dan lagian aku suka melihat wajahmu saat tertidur. terlihat sangat anggun , berbeda saat bangun," "Apa maksutmu , memangnya kenapa dengan wajahku saat aku bangun?" "Kamu kalo bangun udah kayak nenek lampir , galak banget," "Sam!" teriak leona kesal sambil memukul kekasihnya itu dengan bantal guling. Flashback off
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN