Leona menerjapkan matanya beberapa kali meneliti ruangan yang ada di sekelilingnya. Matanya membulat sempurna ketika sadar jika sekarang dia sedang berada di kamar samudra. Dia masih sangat hafal dengan interior kamar samudra karena memang kamar pria itu tidak berubah sama sekali sejak dulu.
Belum selesai dengan keterkejutannya yang tiba-tiba berada disini , Leona kembali dikejutkan dengan pakaian yang dia kenakan sekarang. Dia masih sangat ingat baju yang terakhir dia pakai.
"Aaaaaaaaaa" hingga teriakan itupun tiba-tiba keluar begitu saja. sungguh pikiran-pikiran negative kini mulai bersarang di kepalanya. Bagaimana bisa dia tiba-tiba berada di kamar samudra dan baju nya ? Semalam dia masih menggunakan dress nya kenapa sekarang berubah menjadi piyama?
"Na ada apa ? Kenapa teriak teriak sih pagi pagi?"
Leona kembali melotot melihat samudra datang dengan keadaan seperti habis mandi . seketika pikiran negative tadi kembali memutar di otaknya.
"Berhenti!!" teriak Leona saat pria itu hendak berjalan menghampirinya.
Samudra mengerutkan keningnya bingung lalu kembali melanjutkan langkahnya.
"Gue bilang berhenti !! Jangan mendekat!!"
Plak!.
Tamparan itu mendarat secara tidak sengaja. Leona reflek menampar samudra saat pria itu dengan tiba-tiba menyentuh keningnya.
"Aww lo apa-apaan sih na?"
"Lo yang apa-apaann! Kenapa gue bisa disini ? Dan kenapa gue bisa pakai baju ini ? Lo ? Lo udah apain gue ?!!" teriak Leona membuat samudra semakin bingung dengan tingkahnya.
"lo ngomong apasih?"
"Jangan pura pura b**o , lo tau maksut gue,"
Seketika ide jahil samudra muncul , pria itu mulai mendekati leona membuat gadis itu bergedik ngeri "menurut lo apa ? Lo tiba-tiba di kamar gue. baju lo terganti , dan sekarang lo lihat gue ? Gue habis mandi. Ah semalam terasa melelahkan," bisik samudra tepat di telinga Leona.
Leona yang kaget mendengar ucapan samudra itupun lantas mendorong tubuh pria itu kuat kemudian memeluk lututnya sendiri sambil menagis.
"Pergi , lo jahat," teriak leona saat samudra duduk di tepi ranjang.
"Lo tenang aja , gue nggak sebrengsek itu kali. Gue nggak akan ngerusak lo. Semalam lo pingsan kehujanan makanya gue bawa ke sini , dan soal baju itu bibi yang gantiin bukan gue," jelas samudra.
"Kenapa lo bohong ?"
Pria itu hanya tersenyum lalu menyentuh kening leona "panas lo udah turun. Buruan mandi , gue anterin lo pulang," ucap nya sebelum keluar dari kamar.
,,,,
Setelah sampai rumah ,leona langsung keluar dari mobil samudra tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Gadis itu masuk ke dalam rumahnya dengan tergesa-gesa.
"Lo mau ngapain ?" tanya nya pada samudra yang ternyata mengikutinya.
"Mau anter lo,"
"Udah sampai sini aja. Lo bisa pulang,"
"Nggak , gue mau nunggu sampe lo masuk,"
"Terserah," ucap leona lalu membuka pintu rumah.
"Eh mbak leona baru pulang ?" tanya sang pembantu.
"Iya , mamah mana bi?"
"Nyonya sudah pergi semalam mbak. setelah acara selesai nyonya langsung pergi , katanya nyonya mau menyusul tuan ke singapore,"
Seketika air mata leona menetes , mamah nya benar benar marah karena kejadian semalem?
"Apa mamah nitip pesan atau apa gitu bi?"
"Nyonya hanya bilang kalau nyonya akan pulang ke jekarta tahun depan,"
Deg..
"Mamah benar benar marah sama Leona," batin leona lalu dia menoleh ke belakang , gadis itu menatap tajam samudra yang sedang berdiri di ambang pintu.
Bugh! Bugh!.
"Ini semua gara gara lo !! Lo udah puas ngehancurin gue ha ?!! sekarang mamah gue udah bener-bener kecewa sama gue dan itu semua gara gara lo sam !!! Lo udah puas kan ha !!" teriak Leonardo sambil memukul badan samudra
"Na , na lo kenapa sih ?" samudra berusaha menahan tangan leona agar berhenti memukulinya.
"Hiks gue benci sama lo !! Gue bener-bener benci sama lo SAMUDRA WIJAYA !!! Hiks,"
Samudra langsung mencekal tubuh gadis itu dan menariknya kedalam dekapannya.
"Lepasin hiks lepas hiks gue benci sama lo,"
"Nggak na , lo salah paham. Gue ga pernah lakuin itu , bukan gue yang sabotase lo,"
Leona memberontak kemudian dengan kuat menggigit bahu samudra hingga membuat pelukan pria itu terlepas.
"Jangan pernah temui gue lagi, gue benci sama lo !!" teriak Leona kemudian menutup pintu rumah nya dengan sangat kencang.
,,,,,,
Beberap hari telah berlalu , kini leona berjalan menyusuri koridor sekolah sambil mendengarkan lagu menggunakan earphone nya. Saat asik berjalan tiba-tiba dari arah berlawanan ada yang sengaja menabraknya sampai terjatuh.
"Akh,"
"Ups sorry sengaja,"
Leona mendongak melihat siapa yang sengaja menabraknya.
"Lo?"
"Hai ?" sapa nya sambil tersenyum sinis.
"lo ngapain disini?" tanya Leona yang kini sudah kembali berdiri.
"Kenapa ? Ini sekolahan gue,"
"Hahaha lo pikun ? Atau lo gabisa baca nama sekolahan ini ?"
"Na!!" panggil jihan saat bella hampir menampar Leona.
"Sorry gue sibuk , bye," ucap leona berjalan melewati bella sambil menyenggol bahu gadis itu.
,,,,
Jihan membawa Leona ke kantin sekolah dan mulai menceritakan alasan kenapa bella dan teman-temannya bisa berada disekolahannya.
"Kemarin lo gamasuk jadi lo gatau , kita udah coba hubungin lo tapi hp lo ga aktif,"
"Kenapa bisa sih ? Berarti anak merah putih pindah kesini semua ?" tanya Leona.
"Tidak , hanya murid kelas 3 saja," jawab sina.
Leona menghela nafasnya kasar , beberapa bulan kedepan sekolah merah putih dan nusa bangsa akan di gabung. ini karena sekolah mereka di tunjuk untuk menjadi perwakilan mengikuti olimpiade di singapore jadi mau tidak mau sekolah kedua nya harus di gabung demi kelancaran dan keberhasilan di olimpiade nanti membawa nama baik sekolah mereka.
"Satu lagi na , kita bakal sekelas sama geng nya bella dan samudra," lanjut dahya.
"Apa ?!"
"Aish kenapa harus sekolah mereka sih," batin Leona.
"Udah yuk balik ke kelas keburu masuk," ajak mina.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke kelas. Saat sampai dikelas , disana sudah ada anak merah putih termasuk bella dan samudra. Leona melihat bella yang duduk di kursinya itupun langsung menghampiri nya.
"Ini kursi gue,"
"Kok kayak ada yang ngomong ya tapi kok gada orang , kalian liat ga guys orangnya?" tanya bella pada teman-temannya.
"iya , ada yang ngomong tapi tidak ada wujud nya haha," balas nina.
"Lo semua buta jadi wajar galiat wkwkk," sahut monika yang langsung membuat seisi kelas tertawa.
Bella yang merasa dipermalukan itupun berdiri menatap monika "siapa yang lo maksut ha ? Dasar bule china!!"
"Siapa saja yang merasa haha" balas dahya.
"Lo , rasain ini,"
Bella sudah mengangkat tangannya guna untuk menampar dahya namun dengan cepat leona menahan tangan nya kemudian memelintirnya.
"Akh sakit,"
Samudra yang berniat membantu bella itupun langsung mendapat tatapan tajam dari Leona. "ini urusan cewek , kalo lo bukan cewek jadi mending diem gausah ikut campur,"
Leona kembali menatap bella yang merintih kesakitan karena dia masih memelintir tangannya "dan buat lo , ini bukan sekolahan lo jadi kalo lo masih mau tenang disini jangan bikin masalah," lanjutnya kemudian melepas kasar tangan bella.
"Mingggir," gadis itu kembali menyenggol bella sebelum duduk di kursi nya.
"Wah keren! Gue berasa liat film," ucap jimmy.
"Leona kuat juga ya ternyata , gue kira dia lemah lembut," lanjut ken sambil menatap kagum Leona.
"Berani berani nya bella sama monika gue," kesal dika.
,,,,,
Bel istirahat pertama pun berbunyi , teman-teman Leona langsung menuju ke kantin sedangkan Leona memilih untuk pergi ke perpustakaan terlebih dulu.
Saat gadis itu hendak masuk ke ruang perpustakaan untuk mencari buku yang dia cari, netranya melihat seseorang yang sangat ia benci. dengan sigap gadis itu berbalik untuk mengurungkan niatnya masuk kedalam perpustakaan.
Brak!.
Leona tidak mengetahui jika dibelakangnya ada orang yang sedang membawa tumpukan buku sehingga membuat mereka saling bertabrakan.
"Maaf gue ga sengaja," ucapnya sambil membantu membereskan buku-buku yang berjatuhan.
"Sudah selesai , sekali lagi maaf ya," ucap lanjutnya lalu segera keluar perpustakaan.
"Ada apa dengannya ?" batin samudra.
,,,,,
Pelajaran terakhir memang terasa sangat membosankan apalagi pelajaran fisika yang teori nya membuat kepala pusing. Sejak tadi pak joni menjelaskan materi namun para murid hanya diam sambil meletakkan kepalanya di meja bahkan ada yang sampai ketiduran saking bosannya.
Tok tok tok ~
"Oh bu sisca ada apa ?" pak joni melihat bu sisca yang baru saja mengetuk pintu kelas.
"Maaf mengganggu pelajarannya , bisa saya pinjam leona dan samudra sebentar?"
"silahkan,"
Leona dan samudra yang mendengar itupun langsung mengikuti bu sisca ke ruangan nya.
"Tujuan saya memanggil kalian adalah karena saya ingin memberitahu kalau kalian akan menjadi perwakilan sekolah untuk olimpiade fisika dan matematika," jelas bu sisca.
"Apa ? Maksut bu sisca kita berdua ?" tanya Leona.
"Iya, "
"Tapi bukankah biasanya hanya saya dan doni saja bu ?"
"Doni sedang fokus untuk ujian masuk universitas , jadi gantinya adalah samudra. Lagipula dulu kalian berdua kan saingan berat , saya yakin jika kalian bersatu pasti sekolah kita bisa menang,"jelas bu sisca.
"Tapi bu...
"Tapi apa leona ? Tidak ada penolakan atau kamu saya kasih nilai 0,"
"Aish kalo nilai gue 0 mamah bisa semakin marah dan kecewa, " batin Leona.
"Yasudah saya mau bu," ucap leona Kemudian.
"Bagus , bagaimana denganmu samudra?"
"Baik bu saya juga setuju,"
"Yasudah besok pulang sekolah bu suzy akan memberi kalian tambahan jam pelajaran untuk persiapan,"
"Baik bu,"
"Kalian boleh kembali ke kelas,"