Chapter 6

1584 Kata
"Na lo mau bareng gak ?" tawar jihan. "Nggak deh , gue ada jam tambahan buat persiapan olimpiade nanti," Jihan , monika dan sina menawari Leona untuk pulang bersama mereka tapi Leona menolak karena dia masih ada tam tambahan untuk persiapan olimpiade. "Kalian pulang aja nanti biar gue suruh supir buat jemput," lanjut Leona saat teman-temannya bilang akan menunggunya. "Yakin nih? Yaudah kita balik dulu ya. Nanti kalau udah pulang kabar kabar," balas Jihan sebelum pulang lebih dulu bersama yang lainnya. Sepergian teman-teman Leona , kini didalam jelas hanya tinggal Leona , samudra dan beberapa teman lainnya termasuk bella. "Sayang, harus ya kamu ikut jam tambahan itu ? Ish kebapa nggak kamu tolak ajasih kan kamu udah pinter," Sejak tadi bella masih berusaha membujuk pacarnya itu agar tidak mengikuti jam tambahan.. "Sorry bel, bu sisca udah nyuruh gitu. Lagian kan ini emang tugasku," "Ya tapi kan kamu udah janji mau anterin aku ke salon," rengek bella karena gagal membujuk pacarnya itu. "Nanti deh kapan kapan ya," "Dasar bucin" batin Leona. Bella menghentakan kakinya kesal "kamu ih ngeselin. Tau ah terserah kamu aja," kesal nya kemudian keluar dari kelas begitu saja. ,,,,, Bella terus berjalan diikiti teman-temannya dibelakangnya namun tiba-tiba gadis itu mendadak menghentikan langkahnya membuat teman-temannya meringis sakit karena menabark punggungnya. "Lo ngapain sih nabrak-nabrak," bentak bella pada nina. "Lo kenapa berhenti mendadak? Sakit tau," balas nina sambil mengusap jidat nya. "Lo nyari siapa bel?" "Samudra kok nggak ngejar gue sih?" kesal bella. "Lah itu samudra," seru ema sambil menunjuk pria yang sejak tadi bella cari itu sedang berjalan bersama leona menujur ruang guru. "Itu bukannya Leona ya ? Wah wah bau bau PHO nih gue," sahut amel. "Ckk dasar nyebelin. awas aja gue bakal bikin perhitungan sama lo leona!!" ,,,,, Pukul 5 sore Leona baru saja selesai dari jam tambahan. Gadis itu kini tengah berdiri didepan lobby sekolah karena mendadak hujan turun dengan sangat lebat. "Ckk pak tarjo kemana sih kenapa hp nya ga aktif?" gerutunya kesal begitu mendapati hp sang supir tidak bisa dihubungi. Hingga tak lama kemudian samudra datang. "ngapain masih disini ? Nungguin gue ?" tanya pria itu membuat Leona langsung memutar bola matanya malas. "Idih pede banget jadi orang" "Kalau bukan nungguin gue terus ngapain masih disini?" "Lo nggak liat tuh lagi hujan ?" "Terus?" "Nabrak," balas Leona sekenanya. "Dasar cewek aneh," "Apa lo bilang ? Siapa yang aneh ? Lo tuh yang aneh," kesal Leona tak terima dibilang cewek aneh. "Dih , lo ngomong apasih ? Benar benar aneh," "Gue denger ya barusan lo bilang gue aneh!!" "Ckk emang gue bilang pake nama lo ? Nggak kan ? Kalau lo ngerasa sih ya itu bukan salah gue," "Akh sakit!" teriak samudra kemudian saat leona tiba-tiba menginjak kakinya dengan sangat kencang. "Rasain tuh siapa suruh nyebelin!!" "Aish dasar cewek aneh. Bisa ga sih lo kalo kesel gausah nginjek kaki gue? Lo kira nggak sakit ha !!" "Bodo! emang gue pikirin," balas Leona santai membuat samudra langsung menatapnya tajam. "Kenap-.. Aduh sakit bodoh !!" teriak gadis itu saat samudra membalas menginjak kaki nya. "Bodo! emang gue pikirin," balas samudra kemudian berlari menuju parkiran sekolah. "Dasar kingkong b******k! Jelek! Nyebelin! Ngeselin! Gapunya hati! Sombong! Aarjfjfkdldbh" ,,,,,, Keesokan harinya leona masuk sekolah dengan keadaan yang kurang sehat. Sejak tadi gadis itu tidak bisa berhenti bersin-bersin membuat teman-temannya khawatir. Kemarin gadis itu pulang menerobos hujan karena pada kenyataannya samudra sama sekali tidak menawarinya untuk pulang bersama. tega memang , tapi misal samudra menawarinya untuk pulang bersama pun pasti Leona juga akan menolaknya. gengsi gadis itu terlalu besar. Brak!. Suara gebrakan meja terdengar begitu saja ,bella yang menjadi sang pelaku dari penggebrakan itu kini berdiri didepan meja Leona. "Lo apa apaan sih datang-datang main gebrak meja orang aja," kesal monika. "Diem lo! Gue nggak ada urusan sama lo! Gue ada urusan sama jalang ini," teriak bella menunjuk Leona yang duduk didepannya. Leona yang di panggil dengan sebutan jalang itu pun tak terima "maksud lo apa ? Lo tuh yang jalang!!" "Ckk jalang teriak jalang. Kalo lo bukan jalang ngapain lo kemarin sama samudra ha?! Lo ngegodain dia kan ?!! Udah pakai apa aja lo godain samudra ? Pake tubuh lo?" Plak !! Satu tamparan mendarat sempurana di pipi bella. "Leona apa yang kamu lakukan?" teriak bu sisca yang baru saja datang bersama samudra dan teman temannya. "Hiks kamu kok nampar aku sih na ? Apa salahku ?" ucap bella tiba-tiba. Gadis itu menangis seolah menjadi korban pembullya-an. "Apa ? Jelas-jelas lo yang bikin ulah duluan!!" kesal Leona. "Leona ikut saya ke kantor!" "Tapi bu... "Sekarang !!" teriak bu sisca membuat Leona mau tak mau mengikuti gurunya itu. "Udah puas lo? Dasar cewek uler," "Kamu gapapa ? Ini ada apasih ?" tanya samudra menghampiri sang kekasih yang masih berdiri ditempatnya. "Hiks leona tiba-tiba datang terus nampar aku padahal aku gatau apa salahku," adu bella sambil memeluk sang kekasih. ,,,,,, "Leona apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa kamu melakukan hal seperti itu ? Kamu ini murid teladan disini kenapa sikapmu seperti itu ? Terlebih lagi bella adalah murid dari rekan sekolah kita. bagaimana jika dia melaporkan kejadian ini ke kepala sekolah nya ? saya benar benar tidak menyangka," Sedari tadi leona hanya diam mendengar omelan dari bu sisca. Mau melawan pun percuma dia akan tetap salah walaupun sebenarnya dia tidak bersalah. "Sepulang sekolah kamu saya hukum membersihkan toilet perempuan," "Kamu boleh kembali ke kelas," Leona hanya mengangguk sebelum kembali ke kelasnya. Didalam kelas suasana sangat gaduh karena hari ini pak jono yang mengajar tidak masuk jadi mereka hanya di beri tugas. Leona berjalan menuju bangku nya sambil sesekali dia menatap tajam kearah bella yang sedang bermanja manja pada samudra. "Eh ada yang datang. Gimana? dihukum apa sama bu sisca?" teriak bella dengan senyum smirknya. "Paling disuruh bersihin toilet , apalagi haha," sahut ema sambil tertawa. "Kayaknya disuruh buang sampah deh," lanjut amel. "Bener banget mel , sampah kan tempatnya ya di tempat sampah haha," balas bella. "Heh lo semua kalo punya mulut di jaga ya!" sahut jihan tidak terima temannya dikata-katain seperti itu "Udah han biarin aja," "Lo kok diem aja sih na? Mereka udah hina lo," kesal sina. "Gue lagi males debat. Jadi biarin aja," balas leona lalu duduk di bangku nya tanpa memperdulikan ocehan bella dan teman-temannya. "Ckk dasar loser," sinis bella. "Heh lo mau diem apa gue jahit mulut lo ?" bentak bagus sambil menatap tajam bella. ,,,,, Sepulang sekolah Leona masih harus mengerjakan hukumannya untuk membersihkan toilet. Sejak tadi gadis itu membersihkan toilet sambil mendumel mengeluarkan sumpah serapahnya pada bella. "Benar-benar cewek uler! Dia pikir dia bisa menang dari gue ? Cihh lihat aja gue bakal balas dia nanti," "Ekhem, Ngomel mulu nanti cepet tua loh," sahut seseorang yang tiba-tiba datang. Leona hanya melirik sekilas orang itu tanpa berniat menanggapinya. "yaelah cogan nih di anggurin," "Lo ngapain sih kesini ? Pergi sana ganggu aja," "Mau ke toilet lah," "Lo gabisa baca ? Ini toilet cewek. lo cewek emngnya ? Apa jangan-jangan lo mau m***m ya?" tanya Leona yang langsung mengangkat tongkat pel nya. "Yaelah muka ganteng gini emang ada tampang-tampang orang m***m apa ? Gue tadi mau ke toilet cowok tapi pas gue lewat sini gue denger ada suara orang ngomel-ngomel yaudah gue samperin aja," "Kenalin gue ken, cogannya merah putih," "Lo Leona kan ? Cewek famous, hits nya nusa bangsa ,model andalan jakarta punya dan mantan nya samudra," Leona menatap pria itu tajam saat mendenger kata terakhir dari pria itu. "yang lo bilang itu benar semua kecuali yang terakhir," "Halah gausah bohong. gue tau kali. Samudra udah cerita ke gue," "Ish dasar kelinci jelek , ngapain pakai cerita-cerita sih . klo seisi sekolah tau gimana coba" batin Leona. "Tenang aja gue gakan kasih tau siapapun kok," sahut ken seolah tahu yang leona pikirin. "Tapi itu tidak gratis. Ada syaratnya," "Apa maksud lo?" "Bagi nomor whatsaap lo," "Apa ?" "Bagi nomor wa. Lo pasti punya kan ? Masa anak hits kek lo gapunya wa," "Iya gue punya tapi gue gakan kasih ke lo," "Kenapa ?" "Karena lo temen samudra jadi lo musuh gue juga. gue nggak akan mau kasih nomor gue ke musuh gue," "Tapi kenapa samudra punya nomor lo ?" "Ya mana gue tahu," "Menarik juga nih cewek" batin ken. "Ngapain lo liat liat," bentak leona. "Kenapa ? Gue lagi mikir caranya ngasih tau ke semua murid kalo lo itu mantan sam," "Apa? Jangan coba-coba ya!" Ken tersenyum lalu menyodorkan ponselnya "tulis nomor wa lo atau gue bocorin rahasia lo?" Dengan terpaksa Leona menulis nomor wa nya di ponsel ken. "Nah gitu kek dari tadi. Yasudah gue balik pulang dulu ya. Bye cantik," ,,,,, Setelah kurang lebih 30 menit akhirnya Leona selesai menyelesaikan hukumumannya. Saat dilorong sekolah menuju parkiran , tiba-tiba samudra datang dan langsung menarik paksa tangannya. "Lepas, sakit tu gak?!" teriak Leona melepas paksa tangan samudra.. Kini mereka sudah berada di atap gedung sekolah. "Sebenarnya apa mau lo?" "Apa? Harusnya gue yang tanya mau lo apa ? Seenaknya saja narik-narik tangan orang kesini," "Udahlah na gausah mengalihkan pembicaraan. Gue tanya mau lo apa ? Kenapa tadi lo nampar bella ? Apa salah dia ? gue tau lo benci sama gue tapi nggak gitu juga caranya . bella nggak ada hubungannya sama masalah kita jadi stop nyakitin dia," "Kenapa lo belain dia?" "karena dia pacar gue," "Kenapa hati gue sakit," batin Leona. "Lo tuh dari dulu nggak pernah berubah ya na?. Lo selalu nyakitin orang yang berusaha melibihi lo. Kenapa ? lo takut kesaing ? Na, lo itu egois tahu nggak? Gue nggak akan ngebiarin lo nyakitin bella lagi atau lo bakal berurusan sama gue," ucap samudra sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pergi. "SAMUDRA WIJAYA !! KALAU LO GATAU MASALAHNYA MENDING DIEM !! DAN SATU LAGI GUE GATAKUT BERURUSAN SAMA LO !!!" teriak Leona penuh amarah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN