Hari ini kelas leona sedang kosong karena guru-guru sedang mengadakan rapat untuk membahas olimpiade yang akan di selenggarakan besok lusa.
Karena jam kosong suasana kelas pun sangat gaduh. Teman-teman leona sibuk bercerita sambil lihat-lihat majalah fashion. Ada juga bella dan teman-temannya yang memilih untuk dandan sedangkan teman-teman samudra bermain game diponsel mereka masing-masing.
"Eh eh ini bagus deh kayaknya. Gimana kalo kita beli baju ini kembaran?" seru sina menunjuk salah satu baju dari majalah yang sedang ia lihat.
"Boleh juga, bisa kita pakai buat hangout" balas mina setuju.
"Yaelah miskin banget beli baju kembaran. Biar dapet gratisan ya," sindir bella tak sengaja mendengar percakapan teman-teman leona.
Monika yang mendengar sindiran itupun hendak beranjak menghampiri nya namun leona dengan sigap menahannya. "Udah biarin. Males gue debat sama mereka,"
"Berisik banget sih lo cabe-cabean. Benerin dulu tuh bedak lu. Bedakan udah kayak tembok berjalan gitu tebel amat," sahut daniel.
"Hahaha tembok berjalan," teriak reza sambil tertawa sangat keras.
"Diem deh lo! Gausah sok kecakepan. Cakepan juga samudra," sinis bella membuat daniel langsung melirik kearah samudra.
"Sorry gue emang ganteng. cowok lo juga sih ganteng tapi sayang b**o,"
Brak !!!
"Apa maksud lo?" bentak samudra setelah menggebrak mejanya.
"Maksud gue ? Lo b**o !! Karena mau aja punya pacar modelan cabe tanah abang,"
Samudra berjalan menghampiri daniel lalu menarik kerah seragam pria itu "ngomong apa lo ha?!!" teriaknya sudah bersiap ingin memukul daniel namun ditahan leona.
"Lepas gak?" bentak leona berhasil membuat samudra melepas tangannya dari kerah seragam daniel secara kasar.
"urusan kita belom selesai ya,"
Tok tok tok
"Sorry apa disini ada yang namanya samudra & leona?" tanya salah satu murid yang baru saja mengetuk pintu kelas.
"Gue leona / gue samudra,"
"Elah jawab aja barengan. Jangan-jangan jodoh lagi," teriak ken yang langsung mendapat tatapan tajam dari leona , samudra , bella dan juga daniel.
"Kalian disuruh ke ruang rapat guru sekarang,"
,,,,,
"Kalian paham kan dengan apa yang di sampaikan tadi ?" tanya bu sisca pada leona dan samudra yang baru saja selesai mengikuti rapat bersama guru lainnya.
"Paham bu,"
"Jangan lupa siapin semua keperluan kalian , besok sore kita berangkat ke singapore,"
"Maaf bu, kalau boleh tahu kita di sana berapa hari ya ?" sahut leona bertanya.
"Olimpiade berlangsung 2 hr. Jadi setelah olimpiade selesai kita akan langsung kembali ke jakarta,"
"Yah gabisa jalan jalan dong," lirih gadis itu pelan.
"Ck dasar bocah isi pikirannya jalan-jalan aja," sindir samudra mendengar lirihan gadis disampingnya itu.
"Apa lo bilang ? Siapa yang bocah ? Lo tuh bocah,"
"Dih nggak nyadar. Ya lo lah yang bocah,"
"Lo tuh bocah!"
"Lo!! Dasar leona bocah !!"
"Lo! Dasar samudra bocah!!"
"Lo na yang bocah !!"
"Lo sam !!"
"Lo !!"
"Lo"
"L-.
Brak !!
Leona dan samudra langsung terdiam begitu mendengar suara gebrakan meja. "stop! Mau sampai kapan kalian berantem terus? Kalian tuh satu team harusnya kalian akur!!" marah bu sisca.
"Samudra tuh bu yang mulai," seru leona.
"Dih kok gue ? Kan lo yang nyolot," balas samudra tak mau kalah.
"Ye lo tu-..
"Stop! Saya tidak mau tahu pokoknya kalian harus damai . saya tidak mau mendengar olimpiade nanti kacau hanya karena kalian bertengkar terus,"
"Jangan lupa siapkan keperluan kalian untuk besok," lanjut bu sisca sebelum akhirnya keluar dari ruang rapat itu meninggalkan leona dan samudra.
"Apa ?" tanya leona bingung saat tiba-tiba samudra mengulurkan tangannya.
"Kita baikan,"
"Jangan kepedean. ini hanya sementara. Setelah olimpiade selesai kita musuhan lagi," lanjut pria itu.
Leona diam tidak menerima uluran tangan samudra. "sorry sampai kapan pun gue tidak akan mau damai sama lo. Apalagi setelah mendengar apa yang lo katakan waktu itu atap sekolah," sinis nya kemudian beranjak pergi meninggalkan samudra.
"Dasar kids jaman now memang begitu ya?" gumam beberapa guru yang tidak sengaja mendengar perdebatan mereka berdua tadi.
--------------
Hari ini leona dan samudra akan berangkat ke singapore untuk olimpiade fisika. Samudra sudah lebih dulu sampai di bandara sedangkan leona belum juga kelihatan batang hidungnya.
"Sam, coba kamu tlp leona. 10 menit lagi pesawat berangkat," perintah bu sisca.
"Nomor nya tidak aktif bu,"
"Yasudah kalo begitu kamu tunggu leona disini ya. Saya masuk duluan. Ini nanti kamu kasih tiket nya ke leona," bu sisca memberi 2 buah tiket sebelum pergi meninggalkan samudra diruang tunggu.
"Aish kemana sih si kelinci itu . pasti dandan dulu deh,"
Hingga tak lama kemudian akhirnya orang yang ditunggu pun datang . samudra diam menatap leona , entah kenapa gadis itu selalu cantik di matanya meskipun hanya menggunakan make up tipis.
"Woi , malah bengong. Ayo buruan masuk nanti ketinggalan pesawat," ucap leona membuyarkan lamunan samudra.
Samudra yang tadinya menatap kagum gadis itupun sekarang memasang wajah datarnya."
"Yang harusnya ngomong gitu itu gue. Kemana aja lo? gue udah nunggu 35 menit tahu nggak. Dikira enak apa nunggu !"
"Ye gausah ngegas kali. Kan gue udah minta maaf," balas leona nyolot.
"Lah kok lo malah nyolot sih,"
"Lo duluan yang ngegas,"
Belum sempat samudra melayangkan protesannya lagi , sudah terdengar suara pengumunan jika pesawat yang akan mereka tumpangi akan segera lepas landas. Leona langsung menarik kopernya menuju gate keberangkatan.
"Ckk kenapa dia ninggalin gue ? Terus manfaatnya gue nunggu dia tadi apa?" gumam samudra.
Kini mereka berdua sudah masuk kedalam pesawat , kedunanya terkejut setelah mengetahui kalau mereka duduk bersebelahan.
Samudra yang berada didepan leona pun langsung mendudukan dirinya dikursi dekat jendela.
"Ih itu tempat gue," protes leona.
"Apa ? Gue yang duduk disini duluan,"
"Gamau tau pokoknya gue duduk di dekat jendela,"
Terjadilah adu mulut lagi. Mereka terus saja bertengkar hanya untuk berebut tempat duduk membuat hampir semua penumpang dipesawat itu merasa terganggu.
"Maaf bisakah kalian tenang ? Pesawat akan segera lepas landas. Nona silahkan duduk," ucap salah satu pramugari menegur mereka.
"Tuh denger. Buruan duduk , apa lo mau berdiri sampai singapore?" tanya samudra karena leona masih betah diposisi berdirinya.
"Apa peduli lo,"
"Terserah,"
Pesawat yang mulai lepas landas membuat tubuh leona oleng dan terjatuh di atas pangkuan samudra. Samudra yang kaget pun reflek memegang tangan gadis itu. pandangan keduanya saling bertemu, Mereka saling pandang dalam diam.
"ada apa dengan jantungku ? Kenapa berdetak secepat ini," batin leona.
"Dia masih terlihat cantik dipandang sedekat ini. Bahkan sekarang jauh lebih cantik," batin samudra.
"Ekhem , kalian mau duduk pangkuan seperti itu sampai singapore ?" tanya bu sisca tiba-tiba datang membuyarkan lamunan mereka berdua.
"Duduk di tempat masing-masing" lanjutnya kemudian kembali ke tempat duduknya.
"Yaudah lo duduk sini aja," ucap samudra beralih tempat duduk agar leona bisa duduk disamping jendela.
"Dari tadi kek,"
Pesawat pun sudah berjalan setengah jalan. Samudra yang sejak tadi menyibukkan dirinya untuk membaca sambil mendengarkan lagu itupun menoleh kesamping saat mendengar suara benturan.
Bisa dia lihat leona yang tertidur dengan menyenderkan kepalanya dijendela pesawat itu sedikit meringis sakit saat kepalanya terbentur jendela beberapa kali.
Menghela nafasnya , samudra menarik pelan kepala leona agar bersandar dibahunya.
"Tidur yang nyenyak kelinci bawel," bisik nya sambil mengusap pelan rambut gadis itu.
,,,,,,
"lo kenapa sih bel dari tadi gue lihat mondar-mandir kayak setrikaan aja," ucap nina.
"Samudra dari tadi nggak angkat tlp gue. Gimana gue ga kesel coba,"
"Mungkin dia lagi sama leona kali," ceplos ema yang langsung mendapat tatapan tajam dari bella dan teman-temannya.
"Kenapa ? Gue salah ngomong ya ?"
"Sudahlah nanti juga sam ngabarin lo kok,"
"Awas aja kalo si cabe itu berani godain samudra. Gue bakal bikin hidupnya ga tenang," gerutu bella dengan senyum iblisnya.
Ditempat lain teman-teman leona sedang berkumpul di rumah jihan , rencana malam ini mereka akan menginap disana.
"Eh ngomong-ngomong gimana kabar leona ya ?" tanya sina.
"Yaelah sin baru juga 3 jam yang lalu leona berangkat udah nanyain kabar aja," ucap mina.
"Bukan gitu maksud gue. Gue gabisa bayangin gimana dia disana sama samudra,"
"palingan juga berantem. Apalagi memangnya kerjaan mereka selain berantem kalo ketemu," sahut jihan.
"Hemm ya semoga mereka ga berantem deh. Capek gue liat mereka berantem mulu," sahut dahya.
"Tumben lu peduli ya ?"
"Ya siapa tahu mereka baikan terus jadian. Kan kita tidak ada yang tahu ?"
"Haha amin. Dengan begitu kita gausah takut lagi buat deket sama temen-temen samudra," sahut mina.
"Halah bilang aja lo mau deket sama jimmy,"
"Kayak lo nggak aja sama rama,"
"Apasih lo ngaco!!" kesal jeje.
"Cie malu hahha," goda jihan membuat semuanya langsung tertawan.