Leona, samudra dan bu sisca baru saja sampai di singapore. Mereka sedang berada di hotel untuk menyewa kamar selama mereka disini.
"Maaf kita hanya tersisa 2 kamar hotel," ucap sang receptionis pada bu sisca.
"Bagaimana bisa hotel sebesar ini sampai kehabisan kamar?"
"Maaf karena hari ini kebetulan banyak sekali pelajar dari berbagai negara yang menginap disini untuk acara olimpiade,"
Bu sisca menghela nafasnya panjang , hanya disini satu-satu nya hotel yang dekat dengan tempat olimpiade.
"Baiklah saya ambil 2 kamar,"
"Silahkah ini kunci nya,"
"Ini kunci kamar kalian," bu sisca memberi salah satu kunci tadi pada leona.
"Saya mana bu ?" tanya samudra.
"Malam ini kalian 1 kamar dulu ya , semua kamar disini habis," jawab bu sisca membuat leona dan samudra berteriak kaget.
"Bagaimana bisa bu ? Saya tidak mau sekamar dengannya," seru samudra menunjuk leona yang berdiri disampingnya.
"Gausah tunjuk tunjuk bisa kali , memang nya siapa juga yang mau sekamar sama lo,"
"Sudahlah khusus malam ini saja saya harap kalian mau. besok pagi akan ada yang cek out jadi kalian bisa pesan 1 kamar lagi,"
"Saya sama bu sisca saja. Kan kita sama sama perempuan," kata leona.
"Nanti malam suami saya datang. memangnya kamu mau kita tidur bertiga? Sudahlah saya lelah mau tidur. kalian langsung ke kamar saja. Awas kalian macam macam saya nikahin nanti!!" ucap bu sisca yang langsung pergi menuju kamarnya.
"Aish bagaimana bisa seorang guru malah menyuruh murid nya sekamar dengan lawan jenis ? Dan apa tadi ? dia mau mendampingi olimpiade apa honeymoon ? Enak banget," gerutu samudra.
"Apa liat liat ? Awas nanti naksir," ketus leona saat samudra meliriknya.
"lo kenapa diem aja sih? Kenapa nggak nolak tadi?. Apa lo seneng ya sekamar sama gue ?"
"Dih pede banget jadi orang. Ngapain gue nolak ? Kan kunci nya ada di gue , jadi itu kamar gue. Bye," balas leon lalu ngacir ke kamar nya.
"Kelinci bawel itu kamar gue juga!"
,,,,,
Sesampainya dikamar , leona langsung membaringkan tubuhnya diranjang. Samudra yang melihat itupun memutar bola matanya malas.
"Gue mau mandi duluan,"
"Ye mandi mandi aja kali ngapain pake laporan," balas leona sambil memejamkan matanya.
Setelah kurang lebih 15 menit , samudra keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas pinggang. dia melirik leona yang masih memejamkan matanya di ranjang.
"Woi mandi lo , dasar jorok," teriaknya.
"Lah dia tidur ?"
Karena penasaran samudra pun menghampiri leona diranjang , pria itu mendekatkan wajahnya guna untuk mengecek apa gadis itu benar benar tidur atau tidak. Namum tanpa diduga leona tiba-tiba bangun membuat kening keduanya saling bertabtakan.
"Lo nga-..
Ucapan leona terhenti saat melihat samudra yang hanya menggunakan handuk sebatas pinggang, memperlihatkan perutnya yang penuh dengan abs serta rambut yang basah karena habis keramas. Seketika gadis itu diam , mendadak mulutnya susah berbicara.
Samudra yang melihat itu pun mengerutkan keningnya bingung. Namun benerapa detik kemudian dia sadar dengan arah pandang leona. "Dasar cewek m***m!" sentaknya sambil menjitak kening leona.
"Aww sakit,"
"Siapa suruh lo liat gue gitu banget. Gue tau gue tampan tapi gausah segitu nya kali,"
"Dih pede banget jadi orang. minggir gue mau mandi," leona mendorong tubuh samudra tapi karena tubuh pria itu lebih besar darinya, leona malah terpental ke belakang . samudra yang mencoba menahan gadis itu justru malah ikut terjatuh membuat kedunya kini sama sama jatuh diatas ranjang dengan samudra berada diatas tubuh leona.
Jarak kedua nya sangat dekat , mereka saling pandang untuk waktu yang cukup lama. entah kenapa mereka merasa terhipnotis oleh mata masing masing. Samudra mulai mendekatkan lagi jarak antar kedua nya sedangkan leona yang terlihat masih syok itu hanya bisa diam memejamkan matanya.
Plak !!
Tamparan itu mendarat begitu saja diatas pipi samudra. "Lo apa-apaan sih ? Sakit tahu nggak!"
"Siapa suruh deket-deket. Minggir gue mau mandi,"
Leona berusaha mendorong tubuh samudra untuk menyingkir dari atas tubuhnya namun yang dilakukan pria itu justru malah menahan tangan leona.
"Kenapa ? Bukankah tadi lo terpesona sama gue ?" tanya samudra sambil menunjukkan senyum smirknya membuat leona melotot kaget. Bahkan jantungnya kini berdetak 2x lebih cepat dari sebelumnya.
"L-lo ngomong apasih,"
"Gue ngomong apa ? Gue rasa lo udah paham dengan apa yang gue omongin," balas pria itu semakin mendekatkan wajahnya.
"S-sam lo mau apa ? Jangan macam macam ya," tanya leona dengan susah payah. Jujur dia benar benar takut dengan tatapan samudra saat ini , bahkan dia hanya bisa memejamkan matanya tidak berani melihat tatapan pria itu.
Hingga beberapa saat kemudian terdengarlah suara tawaan yang cukup keras membuat leona langsung membuka matanya.. Bisa dia lihat saat ini samudra sedang tertawa cukup keras didepannya.
"Apa yang lo ketawain ?"
"Lo , muka lo sumpah hahahha lo pasti mikir gue bakal apa apain lo ya ? Wkwkwkwk dasar m***m !! Yakali gue mau apa apain cewek modelan kayak lo gini. Kayak nggak ada yang lain aja hahahah,"
Entah kenapa leona merasa sakit hati dengan perkataan samudra barusan. apa yang barusan dia bilang tadi ? Cewek modelan kayak leona ? Memangnya ada apa dengannya ?
Seketika mata gadis itu berubah memerah bahkan matanya juga sudah berkaca-kaca. Samudra yang sadar dengan leona yang hampir menangis itupun kaget.
"Eh lo kenapa ? Gue ga apa apain lo loh . kan gue udah bilang kalo lo itu-..
"Lo itu apa ? Memangnya apa yang salah dari gue? Apa beda nya gue sama cewek lainnya ? Lo mau bilang gue ga pantas gitu kan?. Iya kan ? Ckkk lagian siapa juga yang mau sama lo. Cowok nyebelin! gapunya hati , gapernah dipikir dulu kalo ngomong. minggir!!" leona mendorong tubuh samudra ke samping kemudian berlari ke kamar mandi.
didalam kamar gadis itu menangis. entahlah perkataan samudra tadi benar-benar membuatnya sakit hati.
Samudra yang sedikit mendengar suara tangisan itu pun merasa bersalah "aish apa gue salah ngomong ? Niat gue kan cuman mau ngerjain dia doang,"