Chapter 9

1210 Kata
Leona dan samudra baru saja menyelesaikan olimpiade. Mereka berhasil membawa pulang piala karena memenangkan olimpiade itu. Semenjak kejadian malam itu ,leona terihat sangat menghindari samudra. Bahkan selama olimpiade berlangsung pun mereka tidak mengobrol sama sekali. Namun walaupun begitu mereka berhasil memenangkan olimpiade itu. "Selamat atas kemenangan kalian. Ibu yakin kalian memang yang terbaik," ucap bu sisca memberi selamat pada keduanya. "Terima kasih bu," "Karena kalian sudah bekerja keras, maka pihak sekolah akan memberikan kalian voucer liburan disini selama 1 hari," "Bu sisca beneran ?" tanya leona girang. "Iya. Tapi ibu dan guru lainnya harus pulang ke jakarta malam ini. Kalian tak apa kan liburan berdua?" "Iya bu tidak apa-apa," balas samudra. "Baiklah. Nanti ibu akan atur. Ingat lusa kalian sudah harus kembali ke jakarta. Kalau begitu ibu pergi dulu," Setelah bu sisca pergi ,kini hanya ada mereke berdua. Keduanya masih saling diam tanpa bersuara sedikitpun. Sampai tiba-tiba leona mendengar ada seseorang yang berteriak memanggilnya. "Leona. Kamu leona kan?" "Brian?" tanya leona. "Yap , ini gue brian! Wah akhirnya kita bisa bertemu disini !" seru brian yang langsung memeluk leona. Samudra yang masih berdiri disana hanya diam menatap brian tak suka. Jangan berfikir dia tidak mengenalnya pria itu. justru samudra sangat mengenalnya. Brian adalah orang yang telah membuat hubungannya dengan leona berakhir. Brian adalah sahabat leona sejak kecil ,ketika kelas 1 SMA pria itu pindah ke surabaya bersama orang tua nya. "Lo makin tinggi saja sih," ucap leona setelah melepas pelukan brian. "Makin tampan juga kan ? Haha btw congrats ya lo udah menang," "Hehe thank you," "Ekhem," samudra yang sedari tadi diam pun mulai berdehem membuat brian langsung menoleh kearahnya. "Wah sam, lo disini juga ?" tanyanya baru menyadari keberadaan samudra. "Iyalah , mata lo kemana aja dari tadi," "Widih makin cakep aja lo. Tapi cakepan gue sih. Ye gak na?" "Eh ? Oiya brian kita ngobrol disana aja yuk. Disini panas," sahut leona lalu menarik brian meninggalkan samudra sendirian disana. "Cckk dasar cewek gapunya perasaan. Dia anggap apa gue dari tadi? Dasar menyebalkan!" ,,,,,,, Malam harinya samudra yang baru selesai mandi buat kaget saat melihat leona yang sedang mengemasi barang barangnya. "Lo mau kemana ?" tanya nya namun gadis itu hanya diam sambil terus memasukan bajunya dalam koper. "Lo b***k ya ? Gue tanya lo mau kemana ? bukannya kita di kasih waktu liburan ?" Tak lama kemudian leona selesai dengan kegiatannya ."ya , kita memang dapat waktu liburan tapi gue mau liburan sendiri. Dan mulai malam ini gue bakal pindah kamar," "Apa ? Kenapa ? Bukannya kita tinggal semalam lagi ? Kenapa harus sewa kamar ? itu boros," ucap samudra membuat leona memutar bola matanya malas. "bukankah waktu itu lo bilang gamau dekat-deket dengan cewek kayak gue ? Ah entahlah sekotor apasih gue sampe lo berfikir seperti itu," "Waktu itu gue c*m-... "Sudahlah gue pergi. Dan ingat , kita liburan masing-masing. Jangan perlihatkan wajah lo ini di depan cewek kayak gue," sahut leona lalu pergi menarik kopernya keluar dari kamar. "Ckk kenapa nih mulut gabisa dijaga sih!" gumam samudra mengacak rambutnya frustasi. ,,,,, Keesokan hari nya leona benar benar pergi liburan sendiri. Sebenarnya dia bukan ingin liburan, melainkan ingin menemui orang tua nya yang kebetulan sedang berada di singapore. Saat ini gadis itu sudah duduk di ruang tunggu salah satu kantor milik papahnya. Semalam papah nya menyuruh nya untuk datang ke kantor , namun setelah sampai kantor ternyata papahnya sedang meeting dan mamah nya semalam mendadak terbang ke paris untuk pekerjaan. Sudah lebih dari 4 jam leona menunggu papahnya di lobby kantor tapi yang ditunggu tunggu itupun tidak juga datang. "Kenapa lama sekali," gumamnya kesal. "Permisi , apa rapat pak pradana masih lama ?" tanya gadis itu kepada salah satu karyawan yang kebetulan orang indonesia. "Maaf anda siapanya pak pradana?" "Saya leona ,anak pak pradana," "Oh selamat siang nona," sapa karyawan tadi membungkuk memberi salam. "Tidak usah seperti itu. Jadi bagaimana ? Apa papah saya sudah selesai meeting?" "Sebentar nona biar saya cek ke ruangannya," Leona mengangguk menunggu karyawan tadi masuk kedalam ruang rapat untuk mengeceknya. "Maaf nona , pak pradana sudah 5 menit yang lalu keluar kantor. Dia ada meeting di luar," ucap kartawan tadi membuat leona sedikit kecewa. Kenapa papahnya tidak memberitahunya ? Pikir leona. "Apa papah akan kembali lagi ke kantor ?" "Iya, mungkin nanti sore," Leona hanya mengangguk , dia memutuskan untuk menunggu papahnya itu kembali ke kantor. Beberapa jam sudah berlalu , kini jam dinding sudah menunjukkan pukul 6 malam tapi papahnya belum juga kembali ke kantor. kantor juga sudah mulai sepi karena jam kerja sudah berakhir 1 jam lalu. Hanya tinggal beberpa karyawan yang masih stay karena lembur. Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar , dia menyerah dan memutuskan untuk kembali ke hotel karena nanti malam dia harus kembali ke jakarta. ,,,,, Sedari tadi samudra terus bolak balik di lobby hotel , dia cemas karena leona tak kunjung kembali ke hotel. "Ckk pasti dia pergi bersama brian. Emang dasar cowok itu !! Harusnya tadi gue ikutin dia," Tepat pukul 9 malam akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang. Samudra melihat leona yang baru saja masuk ke lobby hotel. "Akhirnya lo balik juga . dari tadi gue nungguin lo tau ga!" Leona hanya menoleh ke arah pria itu sebentar kemudian kembali berjalan menuju kamarnya. Samudra yang merasa di abaikan pun menyusulnya. Saat sudah smpai didepan kamar hotel , pria itu menahan tangan leona yang ingin masuk kedalam kamarnya "Lepas," "Gue dari tadi khawatir nungguin lo tapi lo malah kayak gini," kesal samudra. "Kenapa ? Memangnya gue nyuruh lo buat nungguin gue ? Nggak kan ?lagian ngapain lo nunggu cewek kayak gue ini ?!!" bentak leona. "Na stop. Gue minya maaf , gue ga bermaksud ngomong kayak kemarin," "Sudahlah gue mau siap siap buat pulang nanti," "Tunggu dulu. Lo pasti abis pergi sama brian kan ?" "Bukan urusan lo," "Ckk pasti lo pergi sama dia. Na berapa kali sih gue bilang dia itu cowok gabaik," "Tau apa sih lo sam ? Kalo gatau apa apa mending lo diem!" "Na, gue ngomong gini karena gue peduli sama lo !!" "Peduli lo bilang? Cckk semua orang selalu bilang seperti itu tapi kenyataannya itu semua cuma omong kosong !!" Samudra merasa ada yang tidak beres dengan gadis didepannya ini. "Na , lo mabuk?" "Hmm.. Kenapa?" "Na, kenapa lo nekat sih ? Ini tuh di negara orang! Kalau lo kenapa napa gimana coba!!?" bentak samudra. "Mau gue kenapa napa juga nggak akan ada yang peduli," "Na," "Semuanya nggak ada yang peduli termasuk orang tua gue !! Gue udah jauh-jauh kesini tapi mereka tetep sibuk dengan pekerjaannya. gue seneng saat papah nyuruh gue buat ke kantornya tapi pada akhirnya gue harus kembali kecewa. gue udah nungguin papah dari pagi sampai malam tapi dia malah pergi!! Kenapa hidup gue seperti ini hiks gue benci hidup gue !!" Samudra terkejut dengan apa yang baru saja leona katakan. Jadi keluarganya lah penyeban gadis itu mabuk ?. Dengan cepat samudra menarik tubuh leona kedalam dekapannya , dia tahu betul bagaimana orang tua leona jadi dia juga paham pasti saat ini gadis itu sedang tidak baik-baik saja. "Hiks gue benci mereka , mereka selalu sibuk dengan pekerjaannya, mereka sama sekali tidak peduli sama gue hiks apa kalau gue mati mereka juga tidak akan peduli? Hiks," "Sstt jangan bilang seperti itu. Tidak ada orang tua yang tidak peduli dengan anaknya. Mereka sibuk juga untuk mencukupi kebutuhan lo. Dan jika lo mikir gada yang peduli sama lo , itu salah. Banyak orang yang peduli samu lo termasuk gue. gue sangat peduli sama lo na. Gue sayang sama lo,"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN