Samudra menatap leona yang kini tengah duduk ditepi ranjangnya. Pria itu berjalan pelan menghampirinya sambil membawa semangkuk sup pereda mabuk. "Makan dulu, gue beliin sup pereda mabuk biar nanti di pesawat lo nggak mual," ucapnya sambil menyodorkan sup itu namun leona sama sekali tidak menggubrisnya. "Na, makan dulu dikit," "Gausah sok peduli. Gue gabutuh,"sentak leona tanpa menatapnya sedikitpun. Samudra paham jika sudah seperti ini leona akan menjadi sosok yang sangat pendiam. Dulu semasa mereka masih berpacaran leona sering seperti ini , hal yang mampu menenangkannya hanyalah sebuah pelukan darinya. tapi saat ini keadaannya sudah berubah , apa samudra masih boleh memeluknya ? "Mau gue peluk?" tanya samudra ragu. Entah mendapat keberanian dari mana pria itu tiba-tiba mengucapkan

