Krystal menggigit bibir bawahnya dengan gugup. Namun, gerakan kecilnya itu malah membuat Kaizer semakin menggila karenanya. Sebelum Krystal memberikan jawaban, pria itu kembali mendekatinya dan memagut bibirnya dengan cepat. Akan tetapi, tiba-tiba saja Krystal mendorong dadanya dengan kedua tangannya. “Tu-Tunggu sebentar. Apa kamu tidak bisa memberikan kesempatan untukku bicara? Ada yang mau aku tanyakan,” ucapnya. Kening Kaizer mengerut. “Apa kamu harus bertanya di saat seperti ini, Krys?” timpalnya yang mulai sulit mengendalikan dirinya. “Aku cuma ingin memastikan kalau kamu tidak menggigitku seperti kemarin,” sungut Krystal dengan bibir merengut. Sudut bibir Kaizer terangkat sempurna, kemudian menimpali, “Aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi, Krystal.” “Apa kita tidak bisa mela

