Bab 66 - Perasaan Berbahaya

1962 Kata

“Kalau begitu, Ayah pulang dulu, Kai. Pikirkanlah yang Ayah ucapkan padamu tadi. Ayah harap kamu tidak mengecewakanku,” tutur Fernando Lanzo kepada putranya. Pria paruh baya itu masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Kaizer dan Sofia di depan pintu masuk lobi. “Sampai ketemu lagi, Paman.” Sofia melambaikan tangannya kepada ayah Kaizer dan tersenyum dengan manis untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Namun, di mata Kaizer, wanita itu terlihat seperti seorang penjilat. “Apa sudah cukup aktingmu, Nona Hilton? Penontonnya sudah pergi,” cibir Kaizer. Sudut bibir Sofia terangkat tipis. Ia berbalik menghadap Kaizer, lalu memegang wajah pria itu dengan lancang. “Saya tidak mengerti apa yang kamu katakan, Kai. Tapi, kamu tidak akan lupa kan kalau kamu sudah berjanji akan memberikan waktumu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN