Cengkeraman tangan Fernando Lanzo di pundak Kaizer terasa sangat berat. Aura yang mencekam dari pria paruh baya itu tidak membuat Kaizer gentar. Ia tahu jika ayahnya sedang mengancamnya melalui perkataan dan tekanan seperti ini. Ia berpikir jika ayahnya masih menggenggam erat kekuasaannya meskipun mungkin usia yang dimiliki pria paruh baya itu tidak berlangsung lama lagi. Kaizer melihat jelas tubuh sang ayah yang kian menyusut dibandingkan saat terakhir ia bertemu muka dengannya enam bulan yang lalu. Kutukan yang diterima mereka sebagai penerus murni keluarga Lanzo benar-benar tidak dapat dianggap remeh. Hal ini terus menjadi momok setiap kali mereka melewati malam yang berkepanjangan. Melihat kondisi ayahnya tersebut selalu mengingatkan Kaizer bahwa suatu hari nanti pun dirinya akan ber

