Vampir. Satu kata itulah yang mencuat di dalam benak Ryan ketika melihat wajah asli Katrina yang sesungguhnya. Ryan masih tidak percaya dengan penglihatannya sendiri, tetapi ia memang tidak salah melihat. ‘Bagaimana bisa?’ Kepala Ryan masih terasa berat karena alkohol yang diteguknya tadi, tetapi pikirannya sangat jernih sekarang. Ia yakin jika gadis itu memang adalah makhluk immortal pengisap darah yang sangat dibencinya di muka bumi ini. Padahal Ryan mengira makhluk tersebut tidak akan berani menampakkan wujudnya secara terang-terangan lagi. Akan tetapi, nyatanya gadis itu yang merupakan keturunan bangsa vampir malah memperlihatkan sisi aslinya tersebut tanpa rasa takut. Ingatan masa lalu Ryan kembali berkelebat di dalam benaknya. Ia tidak akan pernah melupakan kenangan pahit yang

