Ciuman panas yang dilakukan Ryan berhasil mendesak Katrina. Gadis itu tidak dapat menolak gairah yang tengah bergejolak di dalam dirinya. Ia turut membalas ciuman tersebut dengan tidak kalah panasnya. Membuat Ryan yang dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar semakin liar memagut bibir manis yang membuatnya terlena. Selang beberapa detik kemudian, keduanya saling melepaskan tautan bibir mereka. Mengambil napas dalam-dalam untuk mengisi rongga paru-paru mereka dengan udara di sekitarnya. Sorot mata Ryan yang teduh menatap wajah Katrina dengan intens. Sudut bibirnya melengkung tipis. Pria itu masih mengira gadis di hadapannya itu adalah wanita pujaannya, Krystal Davies. “Sudah kuduga kalau kamu juga memiliki perasaan padaku. Kenapa kamu tidak mau mengakuinya, Krys?” Ryan masih menangkup wajah

