Bab 100 - Pengakuan Tak Terduga

1915 Kata

Semilir angin lembut menyapa kulit wajah Krystal. Wanita itu sedang berdiri di teras balkonnya dengan kedua tangan memeluk erat tubuhnya yang dibalut gaun tipis dan dilapisi mantel panjang. Manik mata emerald-nya melayang jauh ke hamparan kegelapan yang terlihat suram tanpa adanya cahaya dari sang dewi malam. Lamunannya tersentak ketika sepasang lengan kokoh melingkar erat di pinggang rampingnya. “Apa yang kamu lakukan di sini, Sayang? Memangnya tidak dingin?” tanya Kaizer yang kini telah menyandarkan dagunya pada pundak mungil istrinya tersebut. “Kamu mengagetkanku saja,” ucap Krystal dengan bibir merengut manja. Wanita itu menoleh sekilas, lalu kembali melayangkan pandangannya ke depan. Tetesan air dari ujung surai suaminya mengenai wajahnya. Aroma yang sangat segar tercium di hidung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN