“Apa maksudmu? Jangan bercanda, Kate. Aku sedang lelah. Tidak ada waktu untuk bermain-main denganmu,” ucap Valerio dengan malas. Helaan napas panjang bergulir dari bibir pria itu. Ia melangkah masuk ke dalam kediamannya, kemudian mengganti sepatunya dengan sandal rumah. Ia tidak perlu repot-repot mempersilakan Katrina untuk masuk karena gadis itu sudah masuk tanpa seizinnya dan mengitari sekeliling area ruang tamu dengan kekesalan yang terlukis di wajahnya. “Ada apa kamu mencariku? Memangnya kamu diusir lagi?” ledek Valerio dengan acuh tak acuh. “Kenapa kamu sama saja dengan Kai? Menyebalkan," sungut Katrina dengan bibir mengerucut. Satu alis Valerio terangkat ke atas. Ia tersenyum smirk. "Kamu habis menemuinya? Memangnya dia melakukan hal apa lagi sampai membuatmu kesal seperti ini?"

