Melihat sang adik yang hampir saja terguling di tangga, Kaizer tidak terlalu khawatir. Ia berpikir Katrina perlu mendapatkan sedikit ganjaran atas kenakalan dan kekacauan yang diperbuatnya terhadap orang-orang di sekitarnya. Sayangnya, Katrina cukup beruntung karena ada seseorang yang menyelamatkannya sebelum Katrina terguling di tangga tersebut. 'Siapa dia?' Kaizer memandang wajah manusia yang tidak terlalu asing di matanya. Akan tetapi, ia tidak ingat di mana pernah bertemu dengannya. Sementara itu, Katrina memandang wajah pria penyelamatnya itu dengan lekat. Sudut bibirnya melengkung sempurna. Ia berpikir manusia itu terlihat lebih memukau dibandingkan sebelumnya. Seperti seorang ksatria yang datang untuk melindungi dirinya. ‘Bisa-bisanya tadi dia berpura-pura tidak tertarik padaku.

