“Kamu mau mendengar rahasiaku? Apa kamu tidak takut?” Pertanyaan yang dilontarkan Kaizer tiba-tiba saja membuat nyali Krystal menciut. Namun, ia tetap memasang wajah tegar. Ia tidak ingin dianggap remeh oleh vampir tampan itu. Padahal Kaizer hanya ingin menggodanya saja. Krystal akui jika wajah Kaizer terlalu menawan hingga membuatnya sulit untuk membencinya seperti yang ingin ia lakukan. Ia mengembuskan napasnya dengan kasar, kemudian berkata dengan gugup, “Ja-Jangan sengaja menakutiku. Aku tidak akan terpancing.” “Oh ya?” timpal Kaizer. Sudut bibir pria itu telah terangkat tipis. Ia beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju Krystal. Namun, pergerakannya itu malah memacu adrenalin istrinya. Tanpa aba-aba, Krystal langsung memutar tubuhnya dan melangkah secara spontan. Ia ber

