Suara kokok ayam mulai terdengar memecahkan keheningan subuh hari. Dua orang yang masih terbuka matanya bergerak gelisah. Yang satu gelisah memikirkan menantunya, sementara yang satu lagi gelisah melihat istrinya yang belum terpejam hingga kini pagi menjelang. "Sudahlah, Ma, kita doakan saja Fatih berhasil menemukan Nurul. Mama yang tenang dan jangan banyak pikiran, kalau banyak pikiran nanti kesehatan Mama menurun, Papa juga yang susah." Papa Ahmed menyentuh pundak istrinya yang tengah berbaring membelakanginya. "Mudah bagi Papa bilang seperti itu karena Papa tidak ada di sana. Di depan mata Mama, Pa, di depan mata kepala Mama sendiri Nurul ditarik lalu di masukin mobil. Dia lagi mengandung cucu kita, bagaimana nasibnya sekarang Mama tidak tahu." Airmata Mama Fatimah kembali berlinang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


